Thursday, September 24, 2009

Hidup Setelah Mati

Ini adalah note yang sempat aku baca dari blog seseorang. Bagus banget renungannya. Bukan bermaksud apa-apa, tapi aku nge-post ini agar lebih banyak lagi orang yang bisa membaca dan merenungkannya. Semoga Allah menjadikan kita golongan orang-orang yang dicintaiNya..Subhanallah...


Ada orang yang menganggap bahwa kematian adalah akhir segalanya. Padahal, kematian hanyalah jembatan antara kehidupan di dunia dengan hidup di akhirat. Kematian seolah pintu gerbang kehidupan setelah mati.

Di seberang pintu gerbang ini, yaitu kehidupan di akhirat, kita akan memasuki surga atau neraka tergantung pada iman kita yang murni pada keesaan Allah dan ridha Allah atas amal perbuatan kita di dunia ini.

Kematian hanyalah akhir dari suatu jangka waktu saja. Kematian sama dengan membunyikan bel di sekolah, yang menandai berakhirnya ujian. Allah memberi jangka waktu yang berbeda untuk menguji setiap manusia. Ada yang diberi waktu tiga puluh tahun, ada pula yang menikmati hidup selama seratus tahun. Seperti halnya Allah memutuskan tanggal lahir kita, yang merupakan awal ujian kita, Allah memutuskan pula waktu berakhirnya jangka waktu tersebut. Dengan kata lain, hanya Allah yang tahu pada umur berapa kalian akan meninggal.
BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA MEMIKIRKAN KEMATIAN?
Kematian, yaitu berakhirnya masa ujian kita di dunia ini, adalah sumber kebahagiaan dan kenikmatan bagi orang beriman. Kita hampir tidak pernah menyesali orang yang berhasil melalui ujian, bukan? Merasa berduka karena seseorang meninggal sama saja lucunya. Mungkin benar kalian kehilangan kerabat dekat atau seseorang yang kalian cintai. Namun, orang yang beriman mengetahui bahwa kematian pasti bukanlah perpisahan abadi, dan bahwa seseorang yang meninggal hanya sekadar menyelesaikan masa ujian di dunia ini. Dia tahu bahwa di akhirat, Allah akan mengumpulkan kaum Muslimin yang hidup menurut perintah-Nya dan memberi mereka balasan surga. Dalam hal ini, mereka akan merasakan kebahagiaan besar, bukan rasa penyesalan.

Allah bisa mengambil jiwa kita kapan pun. Oleh sebab itu, kita harus berjuang untuk memperoleh ridha Allah.

Kesimpulannya, kematian bukanlah akhir, melainkan sebuah gerbang yang mengantar kita menuju akhirat. Kehidupan di akhirat adalah kehidupan sesungguhnya yang akan abadi, dan kita perlu bersiap-siap untuk itu. Apakah kalian berpikir bahwa seseorang yang menjalani ujian ingin tetap dalam ujian itu selamanya? Tentu tidak. Dia hanya ingin menjawab pertanyaan dengan benar, lalu meninggalkan kelas.

Di dunia ini pun, seorang manusia harus berjuang untuk melalui ujiannya, mendapatkan ridha Allah, dan mencapai surga-Nya.

Dalam dunia ini, tujuan terpenting manusia haruslah untuk mencintai Allah dan mendapatkan ridha-Nya. Hal ini karena Allah, Yang Maha Penyayang, mencintai kita dan melindungi kita di segala waktu. Salah satu ayat Al Qur'an, yang menyebutkan perkataan salah seorang nabi, berbunyi:
“…Tuhanku adalah Pelindung segalanya.” (QS Hud: 57)
AKHIRAT
Allah menggambarkan sifat sementara dunia ini dalam banyak ayat Al Qur'an dan menegaskan bahwa tempat tinggal manusia yang sebenarnya adalah di akhirat. Manusia yang diuji di dunia ini suatu hari akan diambil melalui kematian, sehingga memulai kehidupan barunya di akhirat. Inilah hidup tanpa akhir. Di kehidupan yang abadi, jiwa manusia tidak akan hilang. Allah menciptakan nikmat yang tak terhingga di dunia ini. Dia menciptakan kehidupan di dunia ini untuk melihat bagaimana kita berbuat untuk mensyukuri nikmat yang kita peroleh. Sebagai pahala atau siksa, Allah juga menciptakan surga dan neraka.

Allah memberi tahu kita bagaimana seseorang diberi balasan di akhirat, di hadapan Allah:
Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan). (QS Al-An’am: 160)
Allah Maha Penyayang kepada manusia. Dia memberi mereka pahala dengan berlimpah. Tetapi orang yang memperoleh siksa hanyalah dibalas sesuai dengan kejahatan mereka. Allah tidak menzalimi siapa pun. Manusialah yang mungkin memperlakukan orang lain dengan tidak adil. Di dunia ini, seseorang yang berdosa bisa saja menipu atau menyesatkan orang lain, tetapi di akhirat, jika dia tidak beriman kepada Allah dan keesaan-Nya, Allah pasti akan menghukumnya, dan jika dia adalah seorang Muslim, Allah mungkin akan menghukum atau memaafkannya. Allah Maha Melihat dan Mendengar segalanya, sehingga Dia membalas segala perbuatan.
SURGA DAN NERAKA
Surga dan neraka adalah dua tempat terpisah. Di kedua tempat ini manusia akan menghabiskan kehidupannya setelah mati. Al Qur'an-lah yang memberi kita informasi yang benar tentang kedua tempat ini.

Kamu mungkin pernah pergi ke daerah-daerah yang pemandangannya indah atau melihat adegan-adegan yang menegangkan dalam film. Mungkin ada tempat-tempat yang tidak ingin kalian tinggalkan. Surga tidak dapat dibandingkan keindahannya dengan tempat-tempat apa pun yang kalian sebutkan itu. Makanan yang dinikmati orang-orang beriman dalam surga jauh lebih lezat daripada makanan di dunia ini.

Allah, Pencipta segala keindahan di dunia, memberi tahu kita bahwa Dia menciptakan keindahan yang jauh lebih hebat di surga bagi orang-orang beriman yang ikhlas.
KESULITAN DI DUNIA INI MEMBUAT KITA LEBIH MEMAHAMI KEINDAHAN SURGA
Kita mengalami berbagai kesulitan di dunia ini. Kita sakit, kita mengalami patah tangan atau kaki, kita merasa sangat dingin atau panas, perut kita lapar, atau kulit kita memar, dll. Lihatlah foto orang tua kalian yang masih muda, dan pikirkanlah tentang wajah mereka sekarang. Kalian akan melihat perbedaan.

Allah khusus menciptakan kelemahan seperti itu bagi manusia di dunia ini. Tak satu pun kelemahan itu ditemukan di akhirat. Begitu kelemahan di dunia ini direnungkan, kita bisa mengenal kehebatan surga dengan baik. Memasuki surga menghapus semua penderitaan. Pikirkanlah hal-hal yang tidak kalian sukai di dunia ini... Di akhirat, semua itu tidak akan ada lagi.

Surga dihias dengan nikmat-nikmat yang paling disukai oleh manusia. Segala hal terbaik dari yang kita makan dan minum di dunia ini ada di surga, dalam bentuk yang sempurna. Manusia tidak pernah merasakan dingin atau panas di surga. Mereka tidak pernah sakit, takut, berduka, atau menjadi tua. Kalian tidak akan menemukan orang jahat di sana. Ini karena orang jahat, yaitu orang yang tidak percaya pada Allah dan mengingkari-Nya, akan tinggal di neraka, tempat yang pantas buat mereka. Orang-orang di surga berbicara dengan lemah lembut satu sama lain. Mereka tidak pernah mengumpat, marah, berteriak, atau saling menyakiti. Seluruh orang baik yang mempunyai keimanan sejati atas keesaan Allah, dan orang yang beramal demi ridha Allah, sehingga pantas mendapat surga, akan berada di sana, berkumpul sebagai teman selamanya.

Dari Al Qur'an kita tahu bahwa hal-hal luar biasa terdapat dalam surga: kediaman yang luar biasa, taman-taman yang teduh, dan sungai yang mengalir menambah sukacita penghuni surga. Memang, apa yang telah kita gambarkan di atas belumlah cukup untuk melukiskan nikmatnya surga. Keindahan surga berada di luar khayalan kita.

Dalam Al Qur'an, Allah memberi tahu kita bahwa dalam surga, manusia akan mendapatkan lebih dari yang mereka pikirkan. Pikirkanlah sesuatu yang kamu ingin miliki atau tempat yang ingin kalian kunjungi. Dengan kehendak Allah, kalian akan mendapatkan semua itu dalam sekejap. Dalam satu ayat, Allah menyatakan bahwa:
…. Kalian akan memperoleh di dalamnya apa yang kalian minta. (QS Fussilat: 31)

Beberapa ayat dalam Al Qur'an yang menceritakan keindahan surga adalah sebagai berikut:
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa: Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai khamar arak yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring, dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka… (QS Muhammad: 15)

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (QS Al-'Ankabut: 58)

(Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang emas, serta dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS Fatir: 33)

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka minta. (QS Ya Sin: 55-57)

Di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak pernah berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (QS Al-Waqi'ah: 28-34)
Allah juga memberi tahu kita bahwa orang-orang yang pantas mendapatkan surga akan tinggal di dalamnya selamanya:
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya. (QS Al-A’raaf: 42)
Pada dasarnya, seorang yang beriman akan memperoleh kesenangan karena mendapatkan ridha Allah. Mengetahui dan merasakan hal ini adalah kesenangan terbesar yang kita rasakan di dunia.


Berkawanlah selagi ada hati, Bergembiralah selagi ada teman disisi,
Ingatlah seseorang selagi terasa ia bererti

Sepertinya yang menulis ini orang Malaysia ya..Siapapun kamu saudaraku, May Allah bless your life..

Sunday, April 12, 2009

Keluarga

Adakah yang lebih berharga daripada keluarga di dunia ini?
Jawabanku...tidak ada.

Bagiku keluarga adalah separuh nyawaku. Merekalah sekumpulan orang-orang yang paling kutakutkan untuk kehilangan. Merekalah sekumpulan orang-orang yang bernaung di atap yang sama, mencicipi beras yang sama, meminum air dari sumur yang sama dan melewati pukul paling dini dari hari yang sama denganku bertahun-tahun lamanya.

Keluargaku adalah Bapak, Mamak dan dua orang adik laki-lakiku Fandi dan Ojan.

Bapak berusia 56 tahun, seorang pegawai negeri yang telah mengabdikan dirinya pada negara selama lebih dari 30 tahun sampai bulan depan Bapak akan mengakhiri karir yang telah lama dirintisnya itu karena telah mencapai usia pensiun. Bapak seorang insinyur, sebutan untuk sarjana teknik pada masa Bapak kuliah dulu. Karena itulah Bapak terbiasa berfikir logis dan sistematis, semua hal harus memiliki perhitungan yang tepat. Contohnya, setiap kali aku minta izin untuk keluar rumah, Bapak selalu menanyakan dengan pasti kemana saja tujuanku dan jam berapa aku pulang yang kadang kala aku sendiri tak yakin akan kemana karena senantiasa aku keluar rumah hanya untuk jalan-jalan tak bertujuan bersama teman-temanku. Bapak sangat tidak menyukai hal-hal tak pasti seperti itu.
Bagi Bapak, keterbukaan dan komunikasi dalam keluarga sangatlah penting. Bapak selalu menekankan anak-anaknya untuk terbuka pada keluarga mengenai keadaan hidupnya ;bagaimana keadaan di sekolah, berapa jumlah tabungan kami, dan keputusan-keputusan yang kami ambil. Bapak senang berkumpul dengan anak-anaknya, berbicara panjang lebar mengenai banyak hal yang kadang kala pada akhirnya berbuah pada suatu gagasan keluarga misalnya rencana liburan keluarga atau ide membeli mobil baru.

Berbicara mengenai mobil, Bapakku adalah seorang pecinta mobil sejati. Bapak senang membeli mobil sampai garasi rumah kami tak cukup lagi untuk memarkirnya sehingga beberapa mobil dititipkan dan terlantar tak terpakai di rumah nenek dan tante. Mengenai mobil-mobilnya, tak kuragukan lagi bahwa Bapak piawai dan rajin merawatnya. Bapak bisa mengetahui jika ada sedikit saja goresan di mobilnya dan itu bisa membuatnya kesal. Jika hari hujan, Bapak lebih memilih tidak tidak keluar rumah dengan mobil yang bersih karena tidak mau mobilnya jadi kotor karena air hujan. Suatu hal yang tak dapat benar-benar kumengerti.

Selain merawat mobil, hobi Bapak yang lain adalah bersih-bersih. Namun menurutku ”hobi” bersih-bersih bapak ini hampir dapat dikategorikan sebagai OCD yaitu Obsessive Compulsive Disorder, suatu keadaan dimana pelakunya melakukan suatu pekerjaan berulang kali walaupun pekerjaan tersebut sudah selesai atau tak perlu dikerjakan berulang-ulang. Mungkin aku berlebihan, tapi begini lah keadaannya ; Bapakku setiap pagi dan sore menyapu halaman rumah, mengumpulkan sampah-sampah dari selokan, membakar sampah-sampah, mencabuti rumput, mengorek-ngorek tanah, menebas tanaman-tanaman liar dan sebagainya dan itu terus dilakukan setiap hari, namun bukan hanya di rumah kami saja, hobi bapak ini terus merambat hingga ke rumah tetangga. Bapak mengumpulkan sampah tetangga, membersihkan selokan tetangga, mencabuti rumput liar tetangga dan sebagainya. Suatu kebaikan hati ataukah hobi yang tak bisa dimengerti. Pernah pula ketika kami berkunjung ke rumah tante yang di depannya terdapat kebun kelapa milik orang kampung sekitar, tanpa dikomando Bapak berinisiatif menebas rumput-rumput liar disekitar pagar kebun tersebut. Maka dari itulah, aku menyimpulkan bahwa hobi Bapak ini sudah tak sewajarnya.

Bapak adalah seorang yang emosional. Rata-rata keluarga dari pihak Bapak seperti itu. Dan sifat itu sedikit menurun padaku. Bapak gampang terpancing emosinya untuk suatu hal yang menurutku masih bisa dihadapi dengan santai dan tenang. Namun begitu, Bapak juga seorang yang perasa dan gampang haru untuk suatu hal yang menyentuh. Bapak juga gampang panik, terlebih jika ada anggota keluarga yang sakit. Bapak jadi sangat khawatir dan tidak dapat berfikir tenang. Bahkan karena sangat khawatirnya, Bapak bisa saja memarahi kami yang sedang sakit. Begitulah Bapakku.

Lain lagi tentang Ibuku yang kupanggi Mamak. Mamakku adalah perempuan kampung. Benar, Mamak memang berasal dari sebuah kampung bernama Manggeng. Bapak yang lahir dan besar di kota mempersunting Mamak yang kembang desa saat usia Mamak belum genap 21 tahun. Lebih dari 25 tahun menikah dan tinggal di kota, tak lantas membuat Mamakku berubah menjadi perempuan kota seutuhnya. Mamak tetap perempuan kampung. Namun, justru itu lah yang paling kusuka dan kubanggakan. Mamak tak berpenampilan berlebih seperti Ibu-Ibu perkotaan lainnya.Walaupun Bapakku seorang petinggi di kantornya dulu, Mamak tetap saja tak terlihat seperti istri petinggi. Pakaian Mamak sederhana sekali bahkan sangat sederhana dan tidak modis. Mamak tidak suka pamer dan tampil menonjol. Barang-barang bermerk pun Ia tidak kenal. Namun demikian, Mamakku selalu tampil maksimal jika pergi ke acara pernikahan. Saat itulah Mamak memakai pakaian yang bagus dan menarik serta sedikit perhiasan sehingga Mamak tak tak kalah menarik dari Ibu-Ibu lainnya.

Nah, masih mengenai busana, Mamak dan aku punya selera yang jauh berbeda dan itu terkadang dapat membuat konflik di antara kami. Mamak suka warna-warna mencolok, sementara aku suka warna-warna netral. Mamak suka berpenampilan sopan menurut standarnya sementara standar kesopanan menurutku berbeda dengan Mamak. Karena itulah Mamak sering protes dengan skinny jeansku yang katanya tak sedap di pandang orang. Padahal menurutku biasa-biasa saja dan banyak orang memakainya tanpa kelihatan aneh dan tidak sopan.

Mamak mencintai seni. Bukan hanya karena Mamakku seorang guru Kesenian dan Keterampilan, akan tetapi yang aku tahu Mamak mencintai seni lebih dari sekedar menjalankan profesinya. Waktu aku di sekolah dasar dulu, setiap kali ada pekerjaan rumah untuk membuat suatu kerajinan tangan, Mamak akan dengan senang hati membantuku membuatnya hingga selalu saja hasil kerajinan tanganku menjadi yang paling indah dan mendapat nilai tertinggi di kelas. Namun seiring bertambah dewasanya umurku, cita rasa seni Mamak dan aku menjadi semakin jauh berbeda. Aku sering tak sependapat dengan pilihan-pilihan Mamak atas nama seni. Seperti pemilihan desain dan warna rumah kami yang Mamak pilih berwarna merah hati dengan pagar berwarna biru yang menurutku norak sekali.

Mamak mengapresiasi seni dengan caranya sendiri. Hasil kerajinan tangan murid-muridnya yang menurut Mamak bagus akan Mamak bawa pulang ke rumah dan menjadikannya hiasan rumah. Seperti vas bunga dari botol minuman plastik yang dihiasi manik-manik yang Mamak letakkan sebagai pemanis di ruang keluarga. Padahal justru merusak pemandangan interior ruang keluarga karena bagaimanapun juga tetap saja masih terlihat seperti barang bekas yang diletakkan di ruang keluarga. Untuk hal ini, aku dan Bapak sependapat meminta Mamak tidak lagi membawa pulang hasil kerajinan tangan murid-muridnya untuk dijadikan hiasan di rumah kami.

Mamakku juga seorang penyedih. Nonton sinetron yang sedih sedikit, mata Mamak bisa berkaca-kaca karena sedih. Pernah suatu ketika aku meminjam satu seri VCD drama taiwan Meteor Garden untuk ditonton di rumah. Kerena aku tak sempat menonton, Mamak lebih dulu menontonnya sendiri secara maraton dari episode satu sampai tamat. Dari siang hingga subuh Mamak tak keluar kamar karena asik menonton.Keesokan harinya, akhirnya Mamak keluar dari kamar dengan mata bengkak karena menangis sedih menonton kisah Sanchai di Meteor Garden.

Pada saat memarahi kami anak-anaknya pun Mamak sering tak dapat menahan air mata. Padahal kami hanya diam dan tidak melawan sama sekali. Kalau sudah begini, Bapak sering menginterfensi lebih lanjut, karena menganggap kami telah sangat melukai hati Mamak sehingga Mamak menangis. Padahal, Mamak saja yang belum apa- apa sudah menangis duluan.

Mamak juga terkadang suka tulalit alias tidak nyambung. Tante (Adik Mamakku) dan Nenekku (Ibu Mamakkku) juga mengakui ini. Mamak suka bicara tidak akurat sehingga menimbulkan mispersepsi walaupun Mamak tidak bermaksud demikian. Hanya saja daya tangkap Mamak terhadap suatu hal atau perkataan tidak sebagaimana adanya. Bapakku sering dibuat jengkel karena hal ini.

Namun demikian, Mamakku adalah seorang yang sangat dermawan dan penyayang. Mamak senang bersedekah kepada fakir miskin dan anak- anak yatim dengan tak tangung-tanggung. Akan tetapi Mamak pelit pada anak-anaknya sendiri. Justru hal ini bertolak belakang dengan sifat Bapak yang tidak dermawan namun lebih royal pada anak-anaknya. Begitulah Mamakku.

Adikku yang paling tua Fandi usianya 23 tahun. Kuliah di teknik sipil mengikuti jejak Bapak. Hidupnya tak beraturan dan tak punya tujuan. Keluargaku sering menyayangkan hal ini.Tapi begitulah Fandi. Setamat SMU, Fandi melanjutkan kuliah ke fakultas ekonomi dengan alasan yang tak masuk akal. Padahal kami sekeluarga tahu benar bahwa Fandi memilih kuliah di fakultas ekonomi lebih karena menganggap jadwal kuliahnya santai dan banyak teman-temannya yang kuliah di sana. Fandi sama sekali tidak mempertimbangkan cita-cita dan karir masa depan yang semestinya jadi pertimbangan utama memilih fakultas. Hasilnya, Fandi hanya bertahan satu tahun di ekonomi, dan kemudian pindah kuliah di Fakultas Teknik sampai sekarang ini. Pindah kuliah ke fakultas teknik tidak lantas merubah Fandi sama sekali. Fandi jarang kuliah, nilai- nilai mata kuliahnya jelek, banyak mata kuliah yang tidak lulus, dan Fandi tidak punya satupun buku teks yang sewajarnya di miliki seorang mahasiswa.

Kesenangan Fandi adalah berkumpul dengan teman-temannya yang lebih kurang punya sifat sama seperti dia. Senang duduk-duduk membuang waktu di kedai kopi, main Playstation hingga larut malam dan keesokan harinya bangun di atas pukul 12 siang. Begitulah kegiatan rutin Fandi dan teman- temannya.

Fandi adalah orang yang paling jorok di rumah. Kamarnya lebih sering terlihat berantakan dan bau asap rokok daripada dalam keadaan rapi dan bersih. Jikapun sekali waktu kamar Fandi terlihat rapi dan bersih, itu hanya bertahan paling lama 2 hari saja. Setelah itu kamar kembali ke keadaan semula; kotor dan berantakan. Herannya, Fandi masih bisa tidur dengan nyenyak hingga siang bolong dalam kamar seperti itu.

Fandi adalah orang pertama yang diandalkan untuk membenahi masalah-masalah mekanik di rumah,seperti mengganti bola lampu yang padam, membawa mobil ke bengkel, memperbaiki parabola, memperbaiki dispenser dan sebagainya. Hal ini dikarenakan Fandi merupakan anak laki-laki tertua dalam keluarga yang mengharuskannya bersama-sama Bapak bertanggung jawab mengatasi masalah-masalah teknis dalam rumah tangga. Fandi selalu bersedia melakukan tugas-tugas teknis tersebut. Lagipula, Fandi memang terlihat berbakat dan senang mengatasi masalah-masalah mekanik. Fandi pintar merakit mobil-mobilan Tamiya sehingga dapat melaju lebih kencang. Fandi dapat memperbaiki parabola dan Fandi sangat mengerti otomotif. Untuk hal ini Fandi selalu diandalkan. Fandi bisa mengidentifikasi masalah bilamana mobil-mobil kami bermasalah misalnya tiba-tiba mogok, tidak dapat dinyalakan dan sebagainya.

Nah, satu hal lagi yang kontradiksi dari Fandi adalah meskipun Fandi adalah seseorang yang hidupnya terlihat tidak teratur, malas dan sama sekali tidak terlihat sebagai sosok berprestasi namun Fandilah anggota keluarga yang paling banyak menyumbangkan piala di rumah ini. Piala-piala yang jumlahnya sekitar lima buah itu dimenangkan Fandi dalam kompetisi-kompetisi otomotif.

Fandi juga orang yang penyedih dan gampang tersinggung. Kalau sudah tersinggung, Fandi gampang menyimpan dendam. Waktu masih kecil aku dan Fandi sering terlibat pertengkaran untuk masalah-masalah anak-anak seperti berebut mainan. Kami bertengkar mulut hingga pukul-pukulan. Kalau sudah begitu, Bapak dan Mamak akhirnya turun tangan dan menghukum kami. Dan kamipun menangis. Waktu Fandi masih kecil dulu ia adalah partner in crime sejatiku. Walau sering bertengkar, aku dan Fandi juga sering kompak melakukan kenakalan bersama. Hal yang paling kusenangi saat masih kecil bersama Fandi adalah pergi menanggap ikan di sawah atau selokan. Kami melakukannya diam-diam, karena Bapak dan Mamak tidak mengizinkannnya. Pernah suatu hari saat Bapak dan Mamak menyuruh kami tidur siang. Kami tidak benar-benar tidur, hanya pura-pura memejamkan mata. Saat merasa yakin Mamak dan Bapak sudah tertidur, kami mengendap-ngendap bangun kemudian mengambil pangki rotan dan sebuah botol air mineral bekas dan berjingkat-jingkat keluar rumah untuk pergi menangkap ikan. Jika musim hujan tiba, parit-parit di sekitar kompleks rumahku yang biasanya hanya dihuni ikan gobi, kini kedatangan tamu ikan-ikan dari sungai yang besar-besar seperti sepat dan betok. Pada saat itu rasanya suatu prestasi besar jika kami bisa menangkap banyak sepat dan betok dan memeliharanya di rumah dalam botol air mineral walaupun tiga hari kemudian mereka mati karena kehabisan oksigen. Setelah mendapat banyak sepat dan betok serta basah kuyup karena tercebur selokan aku dan Fandi pun berniat pulang membawa hasil tangkapan kami. Benar-benar tidak diduga bahwa pelarian kami kali itu telah ketahuan oleh Bapak. Dengan sabarnya Bapak menanti kami di depan rumah dengan sebatang ranting pohon jambu untuk menghukum kami. Bapak memarahi kami habis-habisan dan menghadiahi pukulan ranting pohon jambu di kaki kami hingga kaki kami memerah dan sakit. Kemudian kami pun mandi sambil menangis.Itulah Fandi dan sekelumit kenakalan masa kecilku bersamanya.

Adikku yang paling bungsu bernama Fauzan. Ia biasa dipanggil Ojan. Usianya 18 tahun. Saat ini duduk di kelas 3 SMU dan tengah bersiap-siap mengahdapi UAN dan SPMB.

Dari kecil, Ojan terkenal sebagai si anak baik. Ojan sama sekali tidak terkontaminasi kenakalan aku dan Fandi di masa kecilnya. Ojan lebih banyak bermain di rumah bersama sepupu-sepupu kami. Karena itulah Ojan punya banyak koleksi mainan dibandingkan yang aku dan Fandi miliki kerena aku dan Fandi justru lebih suka turun langsung ke lapangan. Ojan kecil menjadi kesayangan Bapak, Mamak, Nenek, paman dan tante-tanteku, mungkin karena dia anak bungsu dan baik budi serta tidak nakal.
Ojan tidak didapatkan dengan mudah oleh orangtuaku. Kelahiran Ojan merupakan persalinan paling sulit yang dialami Mamak. Aku tidak tahu pasti permasalahannya apa, tapi yang kuingat saat itu Mamak sempat dirawat di rumah sakit dan hampir menjalani operasi setelah Ojan lahir. Tidak seperti aku dan Fandi yang berkulit terang, Ojan lahir dengan kulit gelap dan banyak bulunya. Mengenai bulu-bulu Ojan ini, aku punya keisengan sendiri terhadap Ojan. Saat Ojan masih balita, aku yang gemas melihat bulu-bulu halus tumbuh di atas bibirnya, senantiasa menakut-nakuti Ojan bahwa bulu-bulu itu jika dibiarkan akan tumbuh menjadi monster. Maka dengan menahan pedis Ojan merelakan aku mencabut bulu-bulu halus di atas bibirnya itu dengan tanganku. Ketika Ojan mulai tidak percaya atas kebohonganku, aku mencari cara lain untuk bisa mencabuti bulu-bulunya yakni dengan cara memintanya sebagai imbalan jika Ojan menyuruhku menggambarkan sosok Batman di buku gambarnya. Dan dengan terpaksa, lagi-lagi Ojan harus merelakan rasa pedih saat bulu-bulunya kucabut.

Tidak selalu baik budi, Ojan kecil terkadang juga menyebalkan. Kebiasanya adalah menangis merengek-rengek sambil menjatuhkan badannya ke tanah jika permintaannya tidak terpenuhi. Kebiasaan aneh Ojan lainya saat masih kecil adalah tidak bisa memakai baju yang ada label di kerahnya. Ojan merasa risih dan gatal, maka itu Ojan selalu meminta label baju-bajunya digunting.

Ojan adalah anak yang cerdas. Sedari Sekolah Dasar Ojan selalu masuk sepuluh besar. Bahkan ketika SD Ojan sering duduk di peringkat 1 dan 2. Ojan juga sering mengikuti perlombaan-perlombaan antar sekolah sperti lomba bidang studi, lomba lukis, debat bahasa inggris hingga kompetisi basket dan Ia sering mendapat juara.

Aku, Fandi dan Ojan memiliki bakat seni. Akan tetapi bakat seni Ojanlah yang paling menonjol. Ojan pintar menggambar, sedari kecil ia hobi sekali menggambar dan mewarnai. Gambarnya terbilang bagus untuk ukuran anak seusianya saat itu. Bahkan aku sendiri yang saat masih kecil juga senang menggambar, tidak dapat menggambar lebih bagus dari Ojan. Daya imajinasi Ojan tinggi. Ia sering menggambar tokoh-tokoh komik kesayangannya dengan persis tanpa melihat contoh gambar aslinya. Namun sayangnya, bakat Ojan dalam menggambar ini tidak terlalu dikembangkan. Padahal jika benar-benar diasah, bakat ini bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Beranjak remaja bakat seni Ojan yang lain muncul, yakni piawai memainkan alat musik. Aku yang mengajarinya bermain gitar saat ia masih SD, kini jauh tertinggal oleh kemampuannya. Bukan hanya gitar, karena insting musiknya kuat Ojan pun dapat memainkan alat musik lain secara otodidak. Piano, Organ, Accordion dan Biola dapat dimainkannya dengan cukup baik dengan hanya belajar sendiri. Lagi-lagi bakat ini juga tidak dikembangkan.

Ojan yang kini duduk di bangku SMA makin menunjukkan kecerdasannya. Yang paling dibanggakan orang tuaku adalah kemampuannya bedebat. Saat berdiskusi dalam keluargapun Ojan pintar mematahkan kata-kata Bapak yang menurutnya tidak benar. Walaupun terkadang jengkel, tetapi Bapak mengagumi kemampuannya itu. Oleh karena itu lah Ojan pernah memenagkan lomba debat Bahasa Inggris.

Sebagai remaja, Ojan cukup sempurna di mata remaja perempuan. Ojan kurus dan berkulit gelap dengan wajah tidak ganteng. Akan tetapi Ojan mungkin terlihat menarik karena ia beda. Ojan populer di kalangan teman-temannya, Ia trendi, fashionable, piawai bermain musik dan tahu benar hal- hal yang sedang populer di kalangan remaja. Walaupun demikian, prestasi akademis Ojan cukup cemerlang, ia berprestasi di sekolah, menjadi pengurus OSIS, menjadi anggota tim basket sekolah, mengikuti paskibraka dan menjadi sosok yang diperhitungkan diantara teman-temannya.

Ojan hampir sama denganku. Kami menyukai hal-hal baru dan menantang. Oleh karena itulah Ojan sangat tertarik kuliah di jurusan Hubungan Internasional yang menurutnya dapat mewujudkan cita-citanya kelak menjadi diplomat.Begitulah Ojan adik bungsuku.

Pepatah bilang, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Menurutku, pepatah itu tidak berlaku untuk keluargaku. Tidak seorangpun dari kami yang punya sifat serta kesenangan yang sama dengan Bapak dan Mamak. Bahkan kami memiliki karakter yang sangat berbeda satu sama lain.
Keluargaku bukanlah keluarga yang sempurna. Kadangkala kami bertengkar, Bapak dan Mamak berselisih paham. Bapak memarahi Fandi, Mamak memarahi aku, Ojan jengkel dengan Bapak dan Mamak dan sebagainya. Namun demikian, aku selalu bersyukur berada dalam keluarga ini. Memiliki Bapak, Mamak serta adik-adik yang senantiasa berada di sampingku. Nah, jika kemudian ada yang bertanya; ”Adakah yang lebih berharga di dunia ini selain keluarga?”
Jawabanku tetap sama....

Tidak ada

Wednesday, March 25, 2009

Issue

Aku mendengar issue itu 2 bulan lalu saat sedang mengganti baju di OKA. Perawat membicarakan sesuatu yang aku ga pernah tahu sebelumnya, dan tanpa sengaja aku mendengar. Aku kaget bukan main. Benarkah? Apa aku ga salah dengar?. Aku ingin bertanya kebenaran berita itu, tapi aku benar-benar ga mampu. Aku takut banget kelihatan berharap atau memberikan kesan senang atas berita itu, walaupun begitulah adanya. Tapi aku ga mau perawat-perawat itu bisa membaca perasaanku.
Aku meneruskan mengganti jas putihku dengan baju operasi. Aku pura-pura tak perduli, padahal aku tengah memasang telinga dan mendengarkan dengan tajam semua pembicaraan mereka. Temanku yang penasaran lantas bertanya pada mereka " Benarkah? "bulan Juli ini ya?". Perawat 1 pun menjawab namun terkesan menutup-nutupi " Ah nggak kok..ga bener tuh, emangnya kenapa?" "Nggak, cuma nanya aja kok", temanku pun berlalu dengan bete.
Yang justru penasaran dan berharap itu aku, bukan temanku.
Waktu berlalu..aku ga sabar menunggu bulan Juli. Benarkah yang diisukan itu terjadi?
Terus terang aku berharap itu benar-benar terjadi, walaupun di satu sisi aku takut juga seandainya aku berharap banyak dan hal itu tak terjadi. Ah, biarlah..toh selama ini aku bisa juga menjalani hari-hariku dengan bahagia sejak perpisahan itu. Walaupun aku ga pernah benar-benar bisa melupakannya atau berhenti memikirkannya sehari saja.
Dua bulan sudah berlalu sejak issue itu pertama kali kudengar. Dua malam lalu aku mendengarkan lagi issue yang sama. Kali ini dari temanku yang lain. Dia berbicara dengan yakin " Iya..karena jarak antara senior dan junior yang jauh sekali, maka yang sudah pernah, kemungkinan akan dirolling lagi ke sini".. aku hanya mengucap "Ooh..". Ingin rasanya aku bertanya padanya ; " Sungguh?" "Kamu tau dari mana?" . Tapi lagi-lagi aku hanya menanggapi seperlunya dan memberi kesan tidak peduli.
Aku tak sabar menunggu bulan Juli.
Seandainya aku bertemu dia lagi, aku harus bagaimana ya?. Bersikap biasa saja?.Menjalin hubungan lagi dengannya? atau menghindarinya saja? Tapi hati kecilku tidak begitu. Bagaimana bisa aku tidak ingin bertemu lagi dengan seseorang yang hampir setiap hari aku rindukan.
Kalau dia, aku tidak tahu.Mungkin dia juga sama seperti aku, mungkin juga tidak.Mungkin dia pun telah memutuskan untuk melupakan aku dan tidak berhubungan lagi denganku. Dan bisa jadi baginya kembali ke kotaku adalah suatu keterpaksaan. Bisa saja begitu.
Atau..dia memang tak akan kembali di bulan Juli..
atau bulan Agustus, atau bulan September..atau tak kan pernah sama sekali.
Karena bisa jadi issue itu hanya sekedar issue
Tapi yang jelas, aku jadi berharap.. sangat berharap
Ps : apa jadinya kita ini ?like we're always into the dream coz the reality never belongs to us

Friday, February 27, 2009

Dulu Kita Pernah...


Fajar, Maya, n Fahmi


Cowok hitam berkacamata yang paling kiri itu Fajar alias Jojon a.k.a si Hitam. Kita ketemu pertama kali sekitar 15 tahun yang lalu, waktu itu kita masih kelas 4 SD. Aku saat itu mewakili SD 29 tempatku sekolah dalam lomba bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam se-Kodya Banda Aceh. Nah, Fajar saat itu juga ngewakilin SD-nya, SD 20 yang katanya nih sekolahnya anak-anak tajir. Fajar nyebelin banget waktu itu, karena 1.Dia hitam dan jelek. 2. Dia ngejekin aku mata belok. 3. Dia yang akhirnya memenangkan lomba bidang studi itu, sementara aku cuma dapat juara 3 dan ga bisa ngelanjutin ke tingkat provinsi.huh!.
Pas SMP aku ketemu lagi ama cowok nyebelin ini, dan ternyata kita dapet satu kelas pula di kelas 1-9 SMP 1. Tiga tahun kita ngabisin masa-masa SMP penuh keculunan dan hasrat ingin diakui khas abg. Dari gaya-gayanya sih..kayaknya dia naksir aku (hehe.ge-er,tapi tanya aja langsung ke orangnya..n suruh jawab jujur). Walopun begitu, dia teteeeeppp aja suka godain atau lebih tepatnya menghina aku. Dari ngatain aku mata belok lah (teteuup), bibir jeber lah serta manuver2 "kekerasan" fisik lainnya. Aku yang punya bakat iseng bin usil juga ga mo kalah. Harus gender balance dunk. Aku maju tak gentar membalas serangan-serangannya dengan segala sumpah serapah dan julukan2 "manis" lainnya. sampai akhirnya lahirlah julukan Jojon itu. Walhasil, hampir setiap hari, kecuali pas kelas 2 (karena saat kelas 2 kita ga sekelas) hari2 kita selalu diwarnai dengan saling ejek-mengejek dan hina menghina.
Tamat SMP, tanpa diharap dan direncanakan, kita kembali sekolah di sekolah yang sama di SMUN 3. Satu kelas lagi!.Waduh!.Tapi boleh sedikit bangga dunk..karena waktu itu kita duduk di kelas unggul 1-10, yang katanya guru kelasnya anak-anak pinter (hehe narsis mode on). Yah, seperti yang udah diduga, pertarungan demi pertarungan pun berjalan makin sengit. Waktu SMA ini manuver2 fisiknya Fajar makin meningkat, apalagi sekarang dia udah punya partner in crime dalam melawan aku yakni si Fahmi itu, cowok berkacamata (juga) yang di foto paling kanan.
Fahmi anak pindahan di sekolahku, dia pindahan dari Lhokseumawe waktu kita masih kelas 2 SMU. Fahmi kelihatan unik banget karena posturnya kurus kering dan tinggi menjulang. Katanya sih karena dia ikutan tim basket. Dia termasuk berukuran tinggi banget pada saat itu, dan pake kacamata lagi, sehingga tampangnya terlihat lugu-lugu bloon gitu :b. Dan tampang yang begini ini yang selalu menarik perhatianku untuk menjadi iseng, mengejek dan menghina dina, bakat terpendamku sedari kecil (ada list cowok2 bertampang culun yang hidupnya sempat bagai neraka karena terkena serangan keisenganku).
Fahmi duduk semeja ama Fajar. Mereka duduk di deretan paling belakang baris ke tiga dari pintu kelas. Sial sekaligus untungnya, aku dan Melia temanku duduk tepat di depan mereka. Melia ini cerewetnya minta ampun, bisa deh dijadikan partner in crime untuk balas menyerang kedua laki2 hina ini. Pokoknya, hari2 kita selalu diwarnai dengan kegiatan anarkis yang berbalut tawa hahahihi. Tapi sialnya, Karena mereka duduk tepat di belakang aku, mereka jadi punya kesempatan dan celah yang lebih besar untuk menyerang aku dengan tidak berperikemanusiaan. Dan tindakan asusila yang pernah kedua alien ini lakukan adalah menjadikan tali bra aku katapel!. Pltass!!.Punggungku pedisnya minta ampun!. Tapi, walopun disakiti begitu (sok melankolis), aku tetap merelakan diri jadi tempat curhatnya mereka. Terutama saat Fahmi falling ini love sama adik kelas yang juga adiknya sahabatku. Segala macam taktik dan sedikit tipu muslihat aku hembuskan ke telinga Fahmi untuk mendapat si adik kelas itu. Dan Fahmi berhasil! Malah Fahmi juga berhasil menabalkan history of the year dengan judul "Ambulan Mesum"!hahaha ooopss! (just for three of us).
By the way, menjadi wanita cantik, menarik dan baek hati itu susah yah ..(hoekk!).Karena, menurut insting gede rasa ku si Fahmi ini juga mulai menunjukkan tanda2 terkena perangkap sex appeal ku..hehe. Kita sering telfonan, beberapa kali jalan. Malah dua kali Valentine Fahmi selalu ngasih aku kado..ada coklat dan kaset Arkarna yang waktu itu aku favoritin banget. Aku simpati ama Fahmi karena anaknya baik.
Trus si Fajar gimana yah..?Kata teman2, Fajar sempat bikin pengakuan ke mereka pas maen truth or dare di acara taon baru 2001 kalo dia sedari dulu udah suka ama aku. Mulai deh yang laen pada godain dia dan aku. Walaupun sering berantem, aku dan Fajar juga dekat kok. Tapi, Fajar itu orangnya lebih tertutup, dia jarang curhat ke aku. Ga seperti Fahmi yang lebih terbuka. Mungkin karena ada feeling kali yah, paling yang dia curhatin juga tentang aku :b.
Setamat SMA, kita bertiga pisah. Fahmi keterima kuliah di IPB, Bogor melalui jalur USMU, aku keterima di Kedokteran Unsyiah Banda Aceh dan Fajar di Teknik Industri Trisakti Jakarta. Sekarang, Fahmi udah bekerja di salah satu bank di Jakarta. Fajar juga akhirnya bekerja di salah satu bank di Banda Aceh setelah sebelumnya sempat bekerja di Jakarta (kayaknya janjian nih pengen jadi bankir).
Mungkin saat ini dan seterusnya kita ga bisa ketemuan lagi setiap hari seperti saat kita SMU dulu. Fajar dan Fahmi, kalian bebas dari ejekan2ku, dan aku juga akhirnya selamat dari KDRT katapel sialan itu. Tapi, gimanapun juga, aku kadang kangen saat2 itu. Salah satu saat paling bahagia dalam hidupku ya saat bersama kalian di sekolah yang sama, di kelas yang sama. Tau ga, setiap kali ketemu, aku ngerasa kita jadi anak SMU lagi! :)
ps: Mi, jangan cepat2 nikah dunk..ga seru tauk!

Wednesday, February 25, 2009

Cyto THT

Alkisah, di suatu malam yang damai, aku yang sedang ngulet-ngulet sakit perut di balik selimut di atas tempat tidurku yang empuk tiba-tiba dikejutkan ama dering hape yang biasa aku tarok sekitar 6 cm dari telinga kiriku. 0852xxxxxx Calling..mmm siapa yah? aku sih biasanya males banget ngangkat nomer2 ga dikenal, yang kadang2 sok kenal (sok seleb banget), tapi berhubung intuisiku bilang ini pasti orang baek2 n yang ingin menyampaikan berita baek, maka hape pun kuangkat. And then..that was my junior yang langsung nyerocos " Kak Maya, ada cyto nih bentar lagi....pasien yang tadi sore presyok itu...wajib ikut cyto kan? yang ikut minggunya kakak atau kami?.. tapi kami sih ga pernah ikut ops kak?...gimana tuh?!!" Seketika juga, aku "Gubrak" Aduuuuh...kenapa malam ini sih..bete banget. Perasaan lagi ga hepi nih, mana dari tadi siang aku sakit perut karena PMS dan ga ilang-ilang sampe malem.Heran deh, ga biasanya sakitnya lama gini, tambah lagi aku baru nyadar kalo besok pagi Abing, cowokku berangkat ke Denmark for almost a month ( jadi tambah melankolis..) eh tiba2 ada ops cyto pula..huh..!!

So, dengan suara diberat-beratin aku merespon seadanya info tak diharap dari juniorku itu "Oww, akhirnya di ops ya pasiennya?...jam berapa?...apa?!!...sekarang??!!...trus pasiennya sekarang di mana?..mmm oke deh, ntar kakak sampein ke teman2 yang laen yah...ntar kakak hubungi lagi deh, kalo ada yang perlu dibantu telpon kakak ya..(palsu banget..)"..tut...tut..tuuut....

Pfiuff..aku langsung nelpon si Dekiti Minimi, koass paling unique se-bagian THT eh nggak dink, kayaknya se-RSUZA periode 2007-2009 ini masih dia juga deh juaranya. Secara, hanya si Dekiti ini satu-satunya koass yang bilang " Thankyou doctor" dengan sok imutnya, saat diusir konsulen pas lagi visite karena ga bisa speak English dengan logat jawa.. (fufufu.., you know what I mean kan?). Anyway, Dekiti itu senior satu minggu di atasku yang more or less lebih tau mengenai tugas2nya koass THT, termasuk gimana menghadapi ops cyto tak diundang malam-malam gini.

" Allo Dir.."(Dekiti dalah salah seorang koass dari 3 orang koass yang manggil aku Dirna, which I dont prefer to be ) suara si Dekiti terdengar sok imut di seberang sana
" Heh, ada ops cyto tuh kata junior...sekarang di igd, dokternya ntar lagi datang...gimana nih?wajib ikut ga sih?..apa?!!wajib yah?? wah Dekiti..mmmm..gimana yah..aku tu lagi cakit peyut dari tadi ciang n syampe cekayang juga macih cakiiit banget (God knows..aku melebih2kan, biar ada alasan ga dateng ke RS)...apa bisa ga dateng?...mmm gitu ya..iya deh, aku sms teman2 yang laen ya.."
Dekiti bilang, kalo emang sakit ya ga papa kalo ga dateng, namanya juga lagi sakit n sebenarnya ikut ops cyto ini juga ga diabsen kan jadi ga ngaruh ama nilai n attitute (singkat :ATT baca: etchicyud...hoek) tapi yah it's all about solidaritas aja, prendz.

Trus aku ngetik sms yang provokatif gitu yang nantinya akan aku sebarin ke teman2, biar semuanya pada tergugah untuk datang ke acara cyto itu, padahal aku sendiri rencananya ga mo dateng. Sms aku send ke si Baban yang aku yakini n percayai pasti langsung baca sms n langsung nyebarin ke teman2 yang laen.

Ga lama kemudian si Dekiti sms lagi.." aku OTW to RS niy.."
wah, quicky express banget tu anak.Secara, aku tu masih terlentang dengan manisnya di atas tempat tidur, tengah berfikir ragu mo pergi ato nggak. Tapi, dasar aku koass baik budi..atau lebih tepatnya lagi sosok teman yang setia, aku mutusin untuk datang n sampai lebih cepat. Malu n ga enak hati ama si Dekiti yang rumahnya lebih jauh dari RS tapi bela-belain dateng lebih cepat untuk bantu-bantu si Junior malang yang masih kebingungan ga tau mo bikin apa itu. Si Dekiti emang helpful n rajin banget, enak deh punya senior kayak dia, sosoknya unique n ga "bebe". Di dunia perkoassan ini, bebe menjadi suatu perbuatan haram yang di benci Allah karena merugikan orang banyak, akan tetapi menjadi makruh kalo bebe-nya rame-rame ke pizza hut or pasar aceh hihi.
Akupun tergugah ama keteguhan hati seorang Dekiti yang langsung turun ke lapangan dengan niat tulus membantu si Junior, so i soon get changed n melaju ke hosp. Aku juga lahirnya jadi ikutan mikirin si Junior, kasian banget dia, udah ngurus tuh pasien dari tadi sore n berlanjut sampe akhirnya si pasien harus diops cyto malam-malam begini, pasti sebelum-sebelumnya si Junior udah kerja rodi duluan. Dan juga, pada hakikatnya si Junior ini baru naek kelas ke siklus II, siklusnya koass2 tua n si Junior ga punya pengalaman dalam ikutan ops dan ngurus segala persiapannya dari ngeresepin obat, sampe konsul ke Anestesi. Kasian kan dia, pasti bingung n dunno wattudu.

Waktu baru nyampe IGD, aq ga nemuin barang sewajah koass THT pun, baik si Dekiti Minimi n si Junior yang harusnya udah ada disitu. Ga lama kemudian, pasiennya dateng diiringi si Dekiti yang rupanya dari tadi sibuk berjalan ke sana ke mari ngurusin ini dan itu (aku juga nggak ngerti apa yg diurusin) .Ga lama kemudian lagi Sang konsulen Sp.THT pun dateng dengan semangat 45 yang membara untuk ngeops tu pasien yang malang.

Pasiennya kasian banget...usianya 16 tahun..tadi pagi sih dia undergo tonsilektomi, trus post ops dia malah muntah-muntah bercampur darah n sempat presyok..ga tahu kenapa bisa berdarah gitu..padahal, dari pemeriksaan lab, si pasien ga punya kelainan hematologi..cloting time n bleeding timenya juga ga memanjang..trus kenapa ya? jangan2..ruptur tonsilnya? sumber perdarahan ga diligasi? atao...menurut analisa begonya si Meck..."jangan-jangan kena arteri besar May!..ato kena aorta..!" kata Meck penuh ilham dan inspirasi. Hehe...si Meck cuma becanda kok, dia ga sebego itu lah..cuma....lebih bego lagi! hehe

Ga lama kemudian, ops explorasi perdarahan post tonsilektomi itu pun dimulai..pasien dengan posisi supine dalam general anestesi.Dilakukan tindakan asepsis dan antisepsis, dilakukan...eeh..lupa,aku bukannya sedang laporan ops ya..
Ya udah, akhirnya setelah dieksplorasi..ternyata perdarahan bersumber dari storsel yang gede banget n menggumpal dalam cavum oris pasien.N karena si pasien juga dapet Abbothyl, makanya storselnya gampang mencair n si pasien juga jadi hipersekresi saliva. Adanya storsel membuat pasien merasa ingin muntah terus-terusan. Trus storselnya juga mencair dan bercampur ama salivanya si pasien, dan membuat kesan kalo so pasien muntah darah segar yang banyak banget.

Operasi selesai....Iyuth gendut yang dari tadi sibuk banget minta foto2 dalam balutan busana OKA sangat tidak steril rancangan desainer Amanda Taylor pun unjuk rasa "Ayo..may ..ayo may kita poto-poto"..rajuk Iyuth dengan gaya khas kyiaa..kyiaa-nya si Gendut. Iyuth juga terlihat laksana pengembala yang sibuk menghalau domba-dombanya yang tersesat dengan berusaha mengumpulkan koass2 THT yang wara-wiri sok sibuk gitu di seputaran OKA. " Baban, Preti, Meck...ayo semuanya sini kita futu..!"

Hape Htc bulukankulah yang always jadi saksi beberapa momment-momment ga penting yang dicaputre lewat kamere VGA n 3 Mega pixelnya itu. Gimanapun juga hepeku masih yang tercanggih deh diantara semua..hehe

Koass-koass malang itu pada bertumpuk-tumpuk mendekat satu sama laen berusaha agar wajah tak seberapa mananya itu (untung ketutup masker..) kelihatan dalam kamera ."Oke ya..semuanya say " kejuuuuuu"..satu..dua..tiga.."klik"!

Beberapa pose "ga banget" ditake.. seandainya si Htc jadi manusia..pasti mo muntah sangking eneqnya..Iyuth gendut si lincah langsung loncat-loncat begitu foto session selesai.. " Iiii aku suka yang ini..yang ini..kita lucu di situ..hihihi" " May, qe bluetooth ke hape Baban ya..ntar aku mau print n tempel di diary kyaa kyaa aku..hihiihi"

Eventually, malam itu berakhir dengan bahagia..si pasien selamat dari muntah2 darahnya (semoga cepat sembuh ya dik..)..koass2 THT gembira ria, n konsulennya tersenyum lega..malah Sp.An-nya sempat-sempatnya kampanye ngajak para koass ikut gerakan bersepeda ria yang anggotanya para personil RSUZA ini dari dokter, perawat, koass, sampe CS pun bisa ikut... "Ayo..kapan lagi kalian bisa nabrak konsulen pake sepeda dari belakang, ntar bilang aja ga sengaja dok.."
Koass-koass THT : " ?????"

Ini dia sekelompok koass-koass bombastis itu :)
Belakang ki-ka : I Gede Ketut Marhaban a.k.a Baban, Meck, Prety Karno, Ifan Si Junior nan Malang
Depan : Cupi Halwi, Dekiti Minimi, Iyuth Kamu Kok Gendut, and D'gorgeous Maya

Saturday, February 21, 2009

Under The Chocolate Tree


Dua minggu yang lalu paman saya masuk rumah sakit karena syok sepsis. Beberapa hari yang lalu paman baru aja kembali dari Malaysia untuk menjalani operasi batu ginjal yang telah dideritanya selama lebih dari 4 tahun. Saat kembali keadaan paman memang tidak begitu baik, tubuhnya lemah, kulitnya pucat dan kering, tidak nafus makan dan terus saja diare.



Paman dirawat di ICU salah satu rumah sakit. Tekanan darahnya saat masuk turun hingga 60/30 dan Leukositnya mencapai 25000. Beberapa hari dirawat, kondisi paman tidak benar benar membaik.Tante saya, istrinya selalu setia berada di samping paman, memijit kakinya, mengoleskan cream ke kulit paman dan memasangkan Mp3 player dengan senandung ayat-ayat Al qur'an ke telinga paman. Saya hampir setiap hari menjenguk paman, dan melakukan hal yang sama untuk paman, seperti yang tante lakukan. Kadang-kadang, paman membuka matanya, saya ajak paman berbicara, saya mencoba membesarkan hatinya. Saya ceritakan padanya mengenai hasil pemeriksaan darahnya dari hari ke hari yang makin mendekati angka normal, begitu pula tekanan darahnya yang sudah mencapai 100/80. Saya katakan padanya, bahwa paman akan sembuh. Walau sepengetahuan saya sebagai seseorang yang belajar ilmu kedokteran, penyakit paman sudah sangat berat dan sulit disembuhkan. Paman telah mengalami multi organ dysfunction yang menjurus ke organ failure.



Tante seolah tak ingin percaya atas kondisi yang tengah menimpa suaminya. Tante seperti menipu dirinya sendiri dengan hal-hal yang menurut saya konyol. Pada suatu ketika, tante berbincang dengan salah seorang perawat perihal kondisi paman yang tengah tidak sadar saat itu, perawat yang sebenarnya ia tidak punya pengetahuan apa-apa tentang penyakit yang diderita paman saya mengatakan paman seperti ini akibat pembiusan saat operasi. Saya mau marah saja mendengarnya, mana mungkin efek bius bertahan hampir dua minggu. Saya sempat berdebat dengan tante akan hal ini, ingin meluruskan atas apa yang sebenarnya terjadi pada paman. Tapi tante lebih memilih percaya akan suatu kebohongan sejauh itu memberinya harapan akan kesembuhan paman.



Beberapa hari kemudian, kondisi paman kembali menurun. Tante mulai pesimis dengan pengobatan medis. Tantepun memanggil paranormal. Bukan satu, tapi tiga! Dan masing-masing mempunyai pendapat dan cara yang berbeda-beda dalam mengobati penyakit paman. Dari yang membaca ayat-ayat Alqur'an, membacakan doa pada air putih, hingga mengibas-ngibaskan pakaian dalam diatas tubuh paman!. Tante seperti hilang akal!.Berbagai opini dilontarkan, ada yang mengatakan paman disantet keluarga dekatnya, paman diberi sakit oleh orang-orang yang iri akan kesuksesan tante sebagai pejabat di salah satu dinas pemerintah, dan ada pula yang mengirimkan benda-benda penyantet di depan pagar rumah tante yang bersal dari warga sekitar tempat tinggalnya. Saya sangat menyayangkan opini-opini salah tempat ini yang hanya kan membuat tante menimbun dosa karena berburuk sangka pada orang lain.Bagiamanapun juga tante pasti akan memikirka beberapa nama yang disangkanya akan berbuat hal keji tersebut, dan itu belum tentu benar. Lagipula itu hanya menumbuhkan kebencian di hati tante terhadap orang-orang yang dicurigainya membuat paman sakit.



Saya sendiri bukanlah seorang yang mengingkari yang ghaib. Saya tahu, Tuhan menciptakan mahluk yang tak kasat mata seperti jin, setan,iblis dan malaikat. Saya percaya adanya roh dan saya juga percaya alam barzah itu ada. Tetapi, saya dan seluruh keluarga besar saya tidak suka akan perbuatan-perbuatan yang menjurus musyrik dan tak masuk akal, seperti mengibas-ngibaskan pakaian dalam tadi. Jika hal nya sang paranormal atau siapapun itu ingin membantu paman dengan ayat-ayat Al Qur'an, maka kami akan mempersilahkannya dengan hormat karena perbuatan itu sama halnya dengan berdoa dan bermunajat pada Allah. Seperti halnya kami pun berdoa, karena hanya Allah yang memberi penyakit dan Ia pulalah yang menyembuhkan. Tapi, tante seolah tak perduli, seandainya saja dia bisa mendatangkan 100 dukun dengan 100 mantra, maka saya yakin dia pasti akan melakukannya untuk kesembuhan paman.



Suatu hari, saya menceritakan hal ini pada Abing dengan nada kesal. Tetapi, kekasih saya yang baik hati itu malah bilang " Sayang, jika itu untuk kesembuhan orang yang kita cintai, maka jika diminta bersekutu dengan setan sekalipun mungkin kitapun akan bersedia." Saya terdiam sejenak mendengar kata-kata Abing dan membayangkan, apa mungkin saya akan berbuat seperti tante seandainya yang sakit itu Ibu saya, Bapak saya atau Abing yang sangat saya sayangi. Bahkan mungkin jika diminta menjilati kotoran ayam pun saya bersedia jika memang kotoran ayam itu menjadi obat bagi kesembuhan orang yang saya cintai.



Saya berusaha memahami apa yang tante rasakan. Setiap kali saya menjenguk, saya dapati tante akan bercerita dengan wajah berbinar tentang manuver paranormal A yang telah berhasil membuat tekanan darah paman naik, atau berkat jari telunjuk paranormal B yang ditekankan di dahi paman, maka cairan dari NGT paman tidak lagi berwarna hijau, atau setelah paranormal C membaca ayat-ayat Al-Qur'an, akhirnya mata paman terbuka. Ah, apapun itu, saya pasti berbahagia jika kondisi paman membaik. Saya, sama seperti juga tante, sangat ingin paman sembuh.



Paman saya adalah seorang yang baik hati. Sungguh, saya tak hanya menyebutnya baik, tapi "baik hati". Tak sekalipun saya pernah melihatnya marah, wajahnya selalu penuh senyum, bicaranya santun, Ia sosok yang rendah hati dan penuh hormat pada orang lain bahkan juga pada yang lebih muda darinya. Tak sedikitpun saya dengar ia mengeluh tentang sakitnya. Padahal mungkin ia telah jauh hari merasa ada yang tak beres dengan tubuhnya.



Paman saya meninggal dunia setelah hampir dua minggu dirawat di Rumah Sakit dalam usianya yang akan genap berusia 53 tahun pada 18 Maret nanti. Tante saya menerima ini dengan hati yang tabah. Ia tidak meratapi kepergian suami yang dicintainya itu. Hanya beberapa hari sebelum paman pergi meninggalkan kami, saya tidak lagi melihat tante sebegitu agresifnya dalam usaha menyembuhkan paman. Mungkin tante pun sudah merasakan bahwa tak ada lagi yang bisa dilakukan untuk membuat paman sembuh dan terus berada di sampingnya. Sehingga, jika Allah mencabut nyawanya, maka itu menjadi yang terbaik bagi paman.



Saya memilih untuk tidak melihat wajah paman lagi ketika paman telah meninggal karena sangat tak biasa bagi saya untuk melihat paman dalam keadaan tak bernyawa seperti ini. Ada rasa yang aneh dan kosong, karena saya mengingat dan merekam dalam memori otak saya, wajah paman sebagai wajah paman yang saya sayangi dengan senyum tulusnya dan sapaannya ketika berpamitan pulang setiap kali datang ke rumah saya untuk mengantarkan makanan masakan tante. Saya bersedih, karena tidak dapat melihat dan mendengar suara rendah hatinya lagi. Tetapi di satu sisi saya juga merasa bahagia, tidak lagi melihat paman menderita dengan CVC terpasang dilehernya, nafas yang tersenggal senggal, dopamin dan dobutamin yang dititrasi, NGT dengan sekret hijau keluar dari lambungnya dan saya tak melihat kondisi paman saya yang sungguh menyedihkan sekali.



Hari Rabu itu, saya mengantarkan paman pada persitirahatan terakhirnya di desa Juli, Kabupaten Bireun. Jenazah paman dimakamkan dibawah sebatang pohon coklat yang rimbun di tanah milik keluarganya dimana jasad ibu dan kakeknya telah terlebih dahulu dikebumikan di sana.


Saya tidak lagi bersedih hati saya melihat jasad paman saya dimasukkan ke liang lahat, yang ada justru perasaan lega dan bahagia sebab saya tahu paman saya tengah berbahagia akan kepulangannya pada Yang Menciptanya.



Sekarang, telah ada gundukan tanah baru disitu, masih merah dan basah, dengan dedaunan pohon coklat menaunginya. Ada dua buah batang ubi kayu yang telah di buang daunnya yang dijadikan penanda pusara, satu tertancap di bagian kaki, dan satu lagi di bagian kepala. Untaian bunga kenanga di gantungkan pada batang ubi kayu itu. Dan terakhir, pelepah daun kelapa diletakkan di atas tanah merah itu.






Ps : Au revoir Pak Yan. Kami sangat menyayangi Pak Yan, tak akan pernah putus doa kami untuk Pak Yan



Sunday, February 15, 2009

A Little Secret of Heart

Jantung ini rasanya mau copot saja ketika aku menemukan namamu di inbox email ku.Sudah lebih 2 bulan sejak perpisahan itu dan aku tidak mengharu biru lagi. Saat ini aku sudah kembali beradaptasi dengan hari-hari tanpa kamu.

Kabar pertama dari kamu aku terima sebulan yang lalu, isinya hanya basa basi. Aku tahu, sebenarnya kamu ingin mengunggkapkan lebih dari itu.Tapi seperti biasa, kamu lelaki dengan rasa gengsi yang setinggi gunung atau seperti opini keduaku, kamu adalah lelaki yang sedikit penakut. Maaf, bukannya aku meruntuhkan kejantananmu, tapi menurutku, mencinta bukan soal kalah atau menang. Siapa yang dicintai tanpa mencintai bukanlah sang pemenang, dan yang mencintai tanpa dicintai juga bukanlah pecundang. Jadi, apa yang ditakutkan?

Aku menebak, kamu terlalu menjaga diri dari perasaanmu tehadapku karena kamu tahu, kamu tak akan mungkin memiliki aku, dan buat sebagian orang, mencintai tanpa bisa memiliki itu menyakitkan.

Aku tidak demikian, aku mencintai dan menyayangimu.Tapi kamu tahu tidak? aku tidak sedikitpun berminat untuk memilikimu.

Email itu, email kedua setelah lebih sebulan aku menunggu, juga berisi basa basi. Tapi akhirnya teselip juga sepenggal kalimat "gue pgn deh ketemuan lagi, kabari ya..". Kalimat yang membuat aku tersenyum bahagia karena aku sebenar-benarnya tahu, perasaan inginmu lebih dari itu. Bagiku kalimat itu sudah cukup membuatku mengerti akan rasa rindumu yang membuncah, yang kamu tuangkan dalam kalimat "biasa saja" sehingga jikapun aku tak menanggapinya ataupun berkeinginan sebaliknya kamu tidak akan kecewa ataupun malu.

Padahal, tahukah kamu, hampir setiap hari aku memikirkanmu dan juga selalu berharap kita bisa bertemu lagi. Aku merindukan merangkul dan bermanja di lenganmu seperti setiap kali kita jalan-jalan dulu. Aku merindukan memandang wajahmu kala tersenyum. Bila nanti kita bertemu, aku akan sepuasnya memandangimu, dan seandainya bisa, aku akan memohon Tuhan untuk menghentikan waktu walau sebentar saja.

Bila nanti kita bertemu lagi, kamu akan tahu bahwa perasaanku masih saja sama. Aku masih menyayangi kamu sama seperti dulu. Yang aku fikirkan hanya perpisahan kedua, ketiga, keempat dan ke -yang seterusnya yang pasti akan kita jalani jika kita bertemu lagi. Bagaimanapun kita akan berpisah. Buatku berapa kali pun aku didera, rasanya sama saja.Ia sama sakitnya.

Sayangku, aku memutuskan menikah dengan kekasihku dalam waktu dekat ini. Dia mencintai aku apa adanya, sabar dan bertanggung jawab aku yakin dia akan menjadi teman hidup yang tepat. Akupun menyayangi dia dengan hatiku. Tapi entah kamu tahu atau tidak tentang rahasia kecil hatiku, bahwa hati ini jatuh padamu bukan padanya.

Simpan baik-baik aku dan kenangan kita dalam setiap sel tubuhmu. Dan sekarang, pulanglah pada dia yang memilikimu, yang akan menyambutmu dengan peluk, yang akan menyajikan kopi hangat untukmu, memasak makanan kesukaanmu, dan memijit punggumu yang letih.Aku, walau sejuta inginku, tak akan pernah bisa melakukannya.

Tidur yang nyenyak malam ini ya, jangan terlalu capai,karena jika kamu terlalu capai batuk mu akan kambuh di malam hari dan akan menggangu tidurmu.

Aku mencintaimu,karena itu doaku tak pernah putus untukmu.


ps : I miss U

Saturday, December 20, 2008

A Noon At The V&A



Ini foto yang diambil setahun lalu saat kita terdampar di Capetown dengan persediaan dana terbatas...hehehe


Semua berawal dari keteguhan (or kenekatan) niat saya untuk travelling ke Afsel, lepas menjalani internship di Brazil. In fact, ga ada seorangpun yang saya kenal di negaranya Nelson Mandella itu. Modalnya hanya data-data tentang negara itu yang saya dapat dari situs-situs travelling di internet.Saya mengumpulkan semuanya,dari list motel-motel murah, biaya taxi, tempat makan, kantor kedubes or konsulat RI (in case ada apa2) sampai tempat2 wisata (in fact, I had been crazy of Cape of The Good Hope) yang wajib dikunjungi. Saya benar-benar excited bercampur cemas. Excited karena kesempatan untuk berkunjung ke Afsel ini udah 1 tahu lebih saya tunggu-tunggu. Saya udah jatuh cinta duluan sama Afsel sejak pertama kali melihat kota Capetown dari udara dalam penerbangan saya ke Santiago tahun 2005. Saat itu, sangking falling in lovenya ama keindahan alam Capetown, saya berniat kuat dalam hati bahwa suatu saat saya harus kembali dan menginjakkan kaki di tanah ini. Tapi sebagai perempuan dan akan travell sendirian pula, sejujurnya saya juga merasa cemas. Lain halnya, jika di sana ada seseorang yang saya kenal yang akan ngebantuin travelling saya di sana.

Akhirnya, dari Brazil, saya memutuskan tetap singgah di Capetown. Gimanapun juga penerbangan dari Sao Paulo, Brazil ke Hongkong akan transit di Johanessburg, Afsel dan dari sana saya hanya butuh waktu 1 jam saja menuju Capetown. Yup, dan saya pun membeli tiket Sao Paulo-Johanessburg-Capetown dengan sebelumnya berencana singgah dulu di Rio de Janeiro.

Di Rio, saya menghabiskan 4 hari yang ga begitu asyik..yang pertama, cuaca buruk dan hujan turun sepanjang hari, so saya ga bisa benar2 menikmati pantai-pantai Rio yang indah di hari yang cerah. Yang kedua, saya ga begitu menyukai kota ini..di daerah apartemen teman, tempat saya menginap merupakan daerah yang menurut saya agak sedikit "kumuh".Saya ga nyaman banget dengan banyaknya gelandangan dengan baju kumal yang tidur di jalanan. Asosiasi saya pada mereka selalu aja negatif, ditambah lagi faktanya bahwa tingkat kriminalitas di Rio cukup tinggi. Tapi again,selalu aja jiwa petualang saya mengalahkan rasa was was dan cemas itu. Yang ketiga, teman-teman saya sesama dokter muda, terlalu sibuk untuk diajak jalan-jalan..(yah, it's always the same things for us) walhasil saya kebanyakan jalan sendirian bermodalkan peta kota yang saya ambil di stasiun metro. Bukannya saya takut, tapi apa enaknya coba jalan-jalan sendirian..ga ada teman ngobrol dan berbagi kenorakan dan ga ada yang bisa dimintai tolong ngambil foto berkali-kali dengan berbagai pose :b. Dan yang keempat, dan yang terburuk adalah..saya kehilangan dompet merah manis kesayangan saya beserta uang 200 USD lebih di dalamnya saat saya jalan-jalan sendirian. I was damn stupid putting it on my back pack, sementara saya berjejalan naik bus dan orang bisa dengan leluasanya merogoh ransel saya dari belakang.

Ya, saya kehilangan dompet..tapi untungnya (masih juga berfikir untung) saya sempat menyisakan 300 USD di koper..tapi kalau dihitung-hitung duit segitu mah ga akan cukup untuk membawa saya kembali ke Banda Aceh dengan selamat sehat dan sejahtera, sementara saya perlu uang selama di Capetown, belum lagi di Honkong, belum lagi tiket dari Jakarta ke Banda Aceh.

Orang pertama yang terfikir oleh saya untuk menolong kemalangan saya ini adalah Abing tercinta. Orang yang dulunya sempat membujuk saya agar mengurungkan niat ke Afsel sendirian dan pada akhirnya menyerah dengan kekeraskepalaan saya. Saya ga mungkin dunk menelpon Mom dan bilang bahwa saya telah kehilangan 200 USD dan belum tentu bisa pulang ke Indon, yang ada malah bukan solusi yang saya dapatkan, tapi ceramah 1 jam dengan nada sopran :b.

By surprise, Abing tiba di Johanessburg dari Indonesia 15 menit lepas pesawat yang membawa saya dari Rio mendarat di sana. Ternyata, Abing udah mengatur semuanya, dari tempat menginap dan acara jalan-jalan. Abing ga pernah memberitahu saya sebelumnya kalo Ia punya teman di Capetown, so jadi lah kami bisa save dana untuk menginap karena kami dapat penginapan gratis di apartemen temannya itu. Dan berhubung si teman udah 4 bulan menetap di Capetown pasti sedikitnya tahu dunk seluk beluk kota Capetown dan senangnya lagi, bos temannya itu baik banget dan bersedia nyediain mobil dan bawain kita jalan dan makan..wah...save lagi dunk dana transpornya..


Capetown kota yang sangat indah, dikelilingi bukit padang rumput hijau dan ladang anggur, di bentengi Table Mountain yang gagah menjulang serta dan semakin cantik dengan hamparan pantai-pantainya yang biru.


Dan foto ini, di ambil di Victoria and Alfred Waterfront ( I love this place), sebuah dermaga yang asyik banget untuk nongkrong sore hari sambil nikmati laut dengan ditemani fish n chips dan jeruk hangat...atau kita bisa juga menikmati street performance kayak sirkus kecil, musik dan atraksi lain atau sekedar duduk-duduk aja menikmati boat-boat nelayan yang datang dan pergi serta orang yang lalu lalang atau...kalo seandainya kami sedang ga bermasalah dengan duit, kami juga bisa belanja sepuasnya di mall yang ada di area waterfront ini (mallnya keren, n jadi meeting point pelaut-pelaut Indonesia yang berlabuh di sana)





Ps : Dearest Abing, thankyou so much for this. I know sometimes I become such a lil girl for u darling

Monday, December 08, 2008

Menulis Kembali, Kembali Menulis

Butuh waktu lama bagi saya untuk kembali mengingat nama apa yang dulu saya gunakan pada blog ini dalam menulis setiap jurnal-jurnal hidup dan hal- hal yang ingin saya bagi.
Saya mencoba berbagai nama yang terlintas dalam benak selama 3 sampai 4 hari hingga akhirnya saya berhasi login kembali.

Saya haus menulis, hal yang sudah hampir 3 tahun ini tidak saya lakukan karena kesibukan yang lebih realistis yang menyita waktu dan fikiran saya. Dulu pekerjaan, kemudian kuliah dan kini kesibukan di Rumah Sakit ( in fact I enjoy it that much ). Namun menulis, di saat ingin menulis memang bisa jadi sangat menyenangkan.Semua cerita mengalir begitu saja bagai mata air yang melipah ruah tak tertampung.Hmm..menyenangkan

Semenyenangkan malam ini, saat di waktu yang sama saya tengah duduk di sudut IGD menjalankan tugas jaga malam selang 24 jam pasca jaga malam sebelumnya dan kira-kira 8 jam pasca saya merayakan lebaran Idul Adha di rumah nenek. Untung malam ini pasien tidak terlalu banyak (bisa jadi sebagian masih merayakan hari raya), jadi saya bisa duduk dan membuka notebook kesayangan dan yah, mulai menulis kembali..

Thursday, December 29, 2005

Leaving


Hari ini adalah hari terakhirku bekerja untuk UN (dan juga BRR).Aku seharusnya merasa lega dan bebas dari sesuatu yang menjadi dilemma besar dalam hidupku tapi kenyataannya enggak.Semalam,aku gelisah ga bisa tidur.Entah kenapa aku memikirkan hari hari terakhirku bekerja di lembaga besar ini.Walau aku ga menitikkan air mata,tapi setiap perpisahan tetap saja terasa menyedihkan buatku.Aktivitas kerjaku sehari-hari selama ini rasanya udah menjadi bagian dari hidupku.Setiap pagi selalu aku habiskan dengan kuliah dan bekerja.Besok semuanya pasti bakalan beda.Akan ada sesuatu yang hilang pasti.Aku tetap aja akan merasakan kehilangan itu.Teman-teman di tempatku bekerja,RAN Database dan komplain-komplain yang menyakitkan hati terkadang,rapat yang membosankan,coklat,keripik,laptop yang super berat,coffemix time dan banyak hal lainnya yang ga bakal aku hadapi di hari-hari berikutnya.Aku pasti akan sangat merindukannya.Aku tau ini adalah yang terbaik buat masa depanku.Sejak lama, bekerja sembari kuliah,dua hal yang aku jalani selama ini menjadi hal paling krusial yang aku harus pertimbangkan dengan matang dan baik.Studiku adalah satu-satunya prioritas saat ini,dan aku harus mampu menempatkannya diatas kesenangan-kesenanganku selama ini termasuk bekerja,dan aku harus siap untuk segala konsekuensi dan manfaat yang datang nantinya.Aku ingin menyelesaikan kuliahku secepatnya,karena banyak sekali hal-hal baru lain yang pengen banget aku raih.Aku pengen banget melanjutkan studiku ke jenjang S2,itu artinya aku harus terlebih dahulu menyelesaikan studi S1 ku.Aku ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus dengan pemasukan yang lebih baik lagi,dan itu artinya aku harus meningkatkan kualifikasiku.Banyak banget yang masih menjadi impian besar ku.Cara terbaik yang aku tau adalah tetap fokus dan menyelesaikannya satu persatu.
Waktu berhenti bekerja dari Oxfam dulu,aku juga pernah merasakan hal yang sama,meniggalkan teman-teman,kantor yang setiap hari dikunjungi,pengungsi yang menjadi teman dan saudara dan kesempatan jalan-jalan yang sering banget ada,dan juga masakan Madam yang enaknya luar bisa.Aku merasa sedih dan kehilangan juga pada awalnya.Akan tetapi,seiring waktu semuanya menjadi biasa dan baik-baik saja.Aku terus menemui hal-hal baru setiap harinya sampai akhirnya aku menemui kesempatan melakukan pekerjaan baru,dan bertemu orang yang baru lagi.Aku rasa sekarang pun akan sama.Aku akan melewatinya.Tapi pengalaman ini akan menjadi sesuatu yang berharga buatku,suatu kesenangan untuk dikenang.Aku akan pergi,bukan untuk mengakhiri dan mematikan karya,tapi untuk terus berkarya serta mendapati hal dan pengalaman baru lainnya.

Friday, December 23, 2005

Monday, December 19, 2005

Anak Kerang


Ini juga aku dapat dari seorang teman,yang dikirimkan ke e-mailku.Baca deh..!! (Thanks Ilham,this is really worth)

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan
mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya
yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air
mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan
pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu
anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam." "Kuatkan hatimu.
Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu
dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu.
Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan
lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya,
tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah
kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia
bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir
mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus.
Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin
besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh
mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.
Penderitaannya berubah menjadi mutiara ; air matanya berubah menjadi
sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun,
lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang
sebagai kerang rebus di pinggir jalan.


Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa
penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang
biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas
bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa"
menjadi "orang luar biasa".

Banyak orang! yang mundur saat berada di lorong transendental
tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami.
Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki : menjadi `kerang
biasa' yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan
mutiara'. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan
pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses
lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.

So..sahabat mungkin saat ini kamu sedang mengalami
penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka krn orang2 disekitar
kamu..coba! lah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong
tersebut, dan sambil katakan didalam hatimu.. "Airmataku
diperhitungkan Tuhan..dan penderitaanku ini akan mengubah diriku
menjadi mutiara2..."

Sunday, December 18, 2005

TANTRA TOTEM


Hi Guys..!!Aku dapatin in dari seorang teman,baca deh..

BERIKUT INI ADALAH SEBUAH TANTRA TOTEM KEBERUNTUNGAN CINA Anda mungkin tidak percaya ini tapi nasehatnya luarbiasa. Baca sampai habis, anda akan belajar sesuatu !!!

SATU . berikan mereka lebih dari yang mereka harapkan dan lakukan itu dengan senang hati.

DUA . Menikahlah dengan pria/wanita yang anda cintai. Ketika anda beranjak tua, keahlian percakapan merekaakan mejadi sepenting seperti hal lain.

TIGA. Jangan percaya dengan apa yang anda dengar,Habiskan apa anda miliki atau tidur semau anda.

EMPAT. Ketika anda ucapkan, "Aku mencintaimu", Seriuslah.

LIMA. Ketika anda ucapkan, "Maafkan saya", pandang mata orang itu.

ENAM. Tunanganlah sedikitnya enam bulan sebelum anda menikah.

TUJUH. Percayalah pada cinta pandangan pertama.

DELAPAN. Jangan tertawakan/remehkan impian orang.Orang yang tidak punya impian adalah miskin.

SEMBILAN. Cintailah dengan mendalam dan bergairah. Anda mungkin akan terluka, tapi ini satu-satunya cara untuk menjalani hidup sebenarnya.

SEPULUH. Saat terjadi percekcokan/pertengkaran, Janganlah menyebut nama.

SEBELAS. Jangan menilai orang karena dengan siapa mereka berteman.

DUABELAS. Bicaralah pelan tapi berpikirlah cepat.

TIGABELAS. Ketika seseorang mengajukan pertanyaan, yang anda sendiri tidak ingin menjawabnya, tersenyumlah dan tanya, "Kenapa anda ingin tahu?"

EMPATBELAS. Ingat bahwa cinta dan kesuksesan besar membutuhkan pengorbanan.

LIMABELAS. Ucapkan "berkah bagimu" saat anda mendengar orang bersin.

ENAMBELAS. Ketika anda kalah, jangan lupakan pelajaran yang didapat.

TUJUHBELAS. Hargai diri sendiri; Hargai orang lain;Bertanggung jawab pada semua yang anda lakukan.

DELAPANBELAS. Jangan biarkan pertengkaran kecil merusak persahabatan yang besar.

SEMBILANBELAS. Ketika anda sadar telah berbuat kesalahanAmbil langkah segera untuk memperbaikinya.

DUAPULUH. Tersenyumlah saat menerima telepon.Penelpon akan mendengarnya dari suara anda.

DUAPULUH DUA. Habiskan waktu sendirian.

Aku juga ga tau kenapa DUAPULUHSATU ga ada,atau emang seperti itu ada nya?Yang pasti..isinya bisa jadi renungan agar kita bisa berbuat lebih banyak kebaikan lagi.:)

Saturday, December 17, 2005

F1=F2..?


Kadang kala ga semuanya bisa berjalan seperti apa yang kita inginkan.Terkadang kita harus bisa menerima sesuatu yang amat sangat tidak diharapkan,kadang kala kita harus tabah menerima setiap penolakan dan besar hati menerima kekecewaan.Hidup terkadang memang terasa ga adil buat sebahagian orang.Tertindas,terinjak,tersingkirkan dan ga berdaya.Lalu di mana hukum alam yang sebenarnya?atau kah keadaaan ini yang benar adanya?bahwa yang kuat akan menang dan yang lemah akan terus kalah dan terinjak injak?
Lalu dengan berat dan dalam kita hanya mampu berkata sabar untuk yang kesekian kalinya..

Tuesday, December 13, 2005

Syukur

Selasa,
Nafasku belum juga terhenti dan jantungku masih serta berdetak merangkai nyawa dan raga yang baur tengah bersatu.
Aku masih ada..

Aku masih bisa menyungging seyum di sela sela air mata yang menitik

Lenganku masih bisa menyeka peluh di tengah ketidak berdayaannya

Aku masih mendengar derap langkah halus malaikat yang turun menyusur bumi

Kedua bola mataku masih bisa menatap langit yang belum berhenti memayungi siang dan malamku

Kedua kaki ku masih dengan gagahnya menginjak bumi,ditengah kepasrahanku

Aku akan tiada,
Syukurku akan senatiasa ada