Wednesday, March 25, 2009

Issue

Aku mendengar issue itu 2 bulan lalu saat sedang mengganti baju di OKA. Perawat membicarakan sesuatu yang aku ga pernah tahu sebelumnya, dan tanpa sengaja aku mendengar. Aku kaget bukan main. Benarkah? Apa aku ga salah dengar?. Aku ingin bertanya kebenaran berita itu, tapi aku benar-benar ga mampu. Aku takut banget kelihatan berharap atau memberikan kesan senang atas berita itu, walaupun begitulah adanya. Tapi aku ga mau perawat-perawat itu bisa membaca perasaanku.
Aku meneruskan mengganti jas putihku dengan baju operasi. Aku pura-pura tak perduli, padahal aku tengah memasang telinga dan mendengarkan dengan tajam semua pembicaraan mereka. Temanku yang penasaran lantas bertanya pada mereka " Benarkah? "bulan Juli ini ya?". Perawat 1 pun menjawab namun terkesan menutup-nutupi " Ah nggak kok..ga bener tuh, emangnya kenapa?" "Nggak, cuma nanya aja kok", temanku pun berlalu dengan bete.
Yang justru penasaran dan berharap itu aku, bukan temanku.
Waktu berlalu..aku ga sabar menunggu bulan Juli. Benarkah yang diisukan itu terjadi?
Terus terang aku berharap itu benar-benar terjadi, walaupun di satu sisi aku takut juga seandainya aku berharap banyak dan hal itu tak terjadi. Ah, biarlah..toh selama ini aku bisa juga menjalani hari-hariku dengan bahagia sejak perpisahan itu. Walaupun aku ga pernah benar-benar bisa melupakannya atau berhenti memikirkannya sehari saja.
Dua bulan sudah berlalu sejak issue itu pertama kali kudengar. Dua malam lalu aku mendengarkan lagi issue yang sama. Kali ini dari temanku yang lain. Dia berbicara dengan yakin " Iya..karena jarak antara senior dan junior yang jauh sekali, maka yang sudah pernah, kemungkinan akan dirolling lagi ke sini".. aku hanya mengucap "Ooh..". Ingin rasanya aku bertanya padanya ; " Sungguh?" "Kamu tau dari mana?" . Tapi lagi-lagi aku hanya menanggapi seperlunya dan memberi kesan tidak peduli.
Aku tak sabar menunggu bulan Juli.
Seandainya aku bertemu dia lagi, aku harus bagaimana ya?. Bersikap biasa saja?.Menjalin hubungan lagi dengannya? atau menghindarinya saja? Tapi hati kecilku tidak begitu. Bagaimana bisa aku tidak ingin bertemu lagi dengan seseorang yang hampir setiap hari aku rindukan.
Kalau dia, aku tidak tahu.Mungkin dia juga sama seperti aku, mungkin juga tidak.Mungkin dia pun telah memutuskan untuk melupakan aku dan tidak berhubungan lagi denganku. Dan bisa jadi baginya kembali ke kotaku adalah suatu keterpaksaan. Bisa saja begitu.
Atau..dia memang tak akan kembali di bulan Juli..
atau bulan Agustus, atau bulan September..atau tak kan pernah sama sekali.
Karena bisa jadi issue itu hanya sekedar issue
Tapi yang jelas, aku jadi berharap.. sangat berharap
Ps : apa jadinya kita ini ?like we're always into the dream coz the reality never belongs to us

No comments: