
Fajar, Maya, n Fahmi
Cowok hitam berkacamata yang paling kiri itu Fajar alias Jojon a.k.a si Hitam. Kita ketemu pertama kali sekitar 15 tahun yang lalu, waktu itu kita masih kelas 4 SD. Aku saat itu mewakili SD 29 tempatku sekolah dalam lomba bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam se-Kodya Banda Aceh. Nah, Fajar saat itu juga ngewakilin SD-nya, SD 20 yang katanya nih sekolahnya anak-anak tajir. Fajar nyebelin banget waktu itu, karena 1.Dia hitam dan jelek. 2. Dia ngejekin aku mata belok. 3. Dia yang akhirnya memenangkan lomba bidang studi itu, sementara aku cuma dapat juara 3 dan ga bisa ngelanjutin ke tingkat provinsi.huh!.
Pas SMP aku ketemu lagi ama cowok nyebelin ini, dan ternyata kita dapet satu kelas pula di kelas 1-9 SMP 1. Tiga tahun kita ngabisin masa-masa SMP penuh keculunan dan hasrat ingin diakui khas abg. Dari gaya-gayanya sih..kayaknya dia naksir aku (hehe.ge-er,tapi tanya aja langsung ke orangnya..n suruh jawab jujur). Walopun begitu, dia teteeeeppp aja suka godain atau lebih tepatnya menghina aku. Dari ngatain aku mata belok lah (teteuup), bibir jeber lah serta manuver2 "kekerasan" fisik lainnya. Aku yang punya bakat iseng bin usil juga ga mo kalah. Harus gender balance dunk. Aku maju tak gentar membalas serangan-serangannya dengan segala sumpah serapah dan julukan2 "manis" lainnya. sampai akhirnya lahirlah julukan Jojon itu. Walhasil, hampir setiap hari, kecuali pas kelas 2 (karena saat kelas 2 kita ga sekelas) hari2 kita selalu diwarnai dengan saling ejek-mengejek dan hina menghina.
Tamat SMP, tanpa diharap dan direncanakan, kita kembali sekolah di sekolah yang sama di SMUN 3. Satu kelas lagi!.Waduh!.Tapi boleh sedikit bangga dunk..karena waktu itu kita duduk di kelas unggul 1-10, yang katanya guru kelasnya anak-anak pinter (hehe narsis mode on). Yah, seperti yang udah diduga, pertarungan demi pertarungan pun berjalan makin sengit. Waktu SMA ini manuver2 fisiknya Fajar makin meningkat, apalagi sekarang dia udah punya partner in crime dalam melawan aku yakni si Fahmi itu, cowok berkacamata (juga) yang di foto paling kanan.
Fahmi anak pindahan di sekolahku, dia pindahan dari Lhokseumawe waktu kita masih kelas 2 SMU. Fahmi kelihatan unik banget karena posturnya kurus kering dan tinggi menjulang. Katanya sih karena dia ikutan tim basket. Dia termasuk berukuran tinggi banget pada saat itu, dan pake kacamata lagi, sehingga tampangnya terlihat lugu-lugu bloon gitu :b. Dan tampang yang begini ini yang selalu menarik perhatianku untuk menjadi iseng, mengejek dan menghina dina, bakat terpendamku sedari kecil (ada list cowok2 bertampang culun yang hidupnya sempat bagai neraka karena terkena serangan keisenganku).
Fahmi duduk semeja ama Fajar. Mereka duduk di deretan paling belakang baris ke tiga dari pintu kelas. Sial sekaligus untungnya, aku dan Melia temanku duduk tepat di depan mereka. Melia ini cerewetnya minta ampun, bisa deh dijadikan partner in crime untuk balas menyerang kedua laki2 hina ini. Pokoknya, hari2 kita selalu diwarnai dengan kegiatan anarkis yang berbalut tawa hahahihi. Tapi sialnya, Karena mereka duduk tepat di belakang aku, mereka jadi punya kesempatan dan celah yang lebih besar untuk menyerang aku dengan tidak berperikemanusiaan. Dan tindakan asusila yang pernah kedua alien ini lakukan adalah menjadikan tali bra aku katapel!. Pltass!!.Punggungku pedisnya minta ampun!. Tapi, walopun disakiti begitu (sok melankolis), aku tetap merelakan diri jadi tempat curhatnya mereka. Terutama saat Fahmi falling ini love sama adik kelas yang juga adiknya sahabatku. Segala macam taktik dan sedikit tipu muslihat aku hembuskan ke telinga Fahmi untuk mendapat si adik kelas itu. Dan Fahmi berhasil! Malah Fahmi juga berhasil menabalkan history of the year dengan judul "Ambulan Mesum"!hahaha ooopss! (just for three of us).
By the way, menjadi wanita cantik, menarik dan baek hati itu susah yah ..(hoekk!).Karena, menurut insting gede rasa ku si Fahmi ini juga mulai menunjukkan tanda2 terkena perangkap sex appeal ku..hehe. Kita sering telfonan, beberapa kali jalan. Malah dua kali Valentine Fahmi selalu ngasih aku kado..ada coklat dan kaset Arkarna yang waktu itu aku favoritin banget. Aku simpati ama Fahmi karena anaknya baik.
Trus si Fajar gimana yah..?Kata teman2, Fajar sempat bikin pengakuan ke mereka pas maen truth or dare di acara taon baru 2001 kalo dia sedari dulu udah suka ama aku. Mulai deh yang laen pada godain dia dan aku. Walaupun sering berantem, aku dan Fajar juga dekat kok. Tapi, Fajar itu orangnya lebih tertutup, dia jarang curhat ke aku. Ga seperti Fahmi yang lebih terbuka. Mungkin karena ada feeling kali yah, paling yang dia curhatin juga tentang aku :b.
Setamat SMA, kita bertiga pisah. Fahmi keterima kuliah di IPB, Bogor melalui jalur USMU, aku keterima di Kedokteran Unsyiah Banda Aceh dan Fajar di Teknik Industri Trisakti Jakarta. Sekarang, Fahmi udah bekerja di salah satu bank di Jakarta. Fajar juga akhirnya bekerja di salah satu bank di Banda Aceh setelah sebelumnya sempat bekerja di Jakarta (kayaknya janjian nih pengen jadi bankir).
Mungkin saat ini dan seterusnya kita ga bisa ketemuan lagi setiap hari seperti saat kita SMU dulu. Fajar dan Fahmi, kalian bebas dari ejekan2ku, dan aku juga akhirnya selamat dari KDRT katapel sialan itu. Tapi, gimanapun juga, aku kadang kangen saat2 itu. Salah satu saat paling bahagia dalam hidupku ya saat bersama kalian di sekolah yang sama, di kelas yang sama. Tau ga, setiap kali ketemu, aku ngerasa kita jadi anak SMU lagi! :)
ps: Mi, jangan cepat2 nikah dunk..ga seru tauk!
