Thursday, December 29, 2005

Leaving


Hari ini adalah hari terakhirku bekerja untuk UN (dan juga BRR).Aku seharusnya merasa lega dan bebas dari sesuatu yang menjadi dilemma besar dalam hidupku tapi kenyataannya enggak.Semalam,aku gelisah ga bisa tidur.Entah kenapa aku memikirkan hari hari terakhirku bekerja di lembaga besar ini.Walau aku ga menitikkan air mata,tapi setiap perpisahan tetap saja terasa menyedihkan buatku.Aktivitas kerjaku sehari-hari selama ini rasanya udah menjadi bagian dari hidupku.Setiap pagi selalu aku habiskan dengan kuliah dan bekerja.Besok semuanya pasti bakalan beda.Akan ada sesuatu yang hilang pasti.Aku tetap aja akan merasakan kehilangan itu.Teman-teman di tempatku bekerja,RAN Database dan komplain-komplain yang menyakitkan hati terkadang,rapat yang membosankan,coklat,keripik,laptop yang super berat,coffemix time dan banyak hal lainnya yang ga bakal aku hadapi di hari-hari berikutnya.Aku pasti akan sangat merindukannya.Aku tau ini adalah yang terbaik buat masa depanku.Sejak lama, bekerja sembari kuliah,dua hal yang aku jalani selama ini menjadi hal paling krusial yang aku harus pertimbangkan dengan matang dan baik.Studiku adalah satu-satunya prioritas saat ini,dan aku harus mampu menempatkannya diatas kesenangan-kesenanganku selama ini termasuk bekerja,dan aku harus siap untuk segala konsekuensi dan manfaat yang datang nantinya.Aku ingin menyelesaikan kuliahku secepatnya,karena banyak sekali hal-hal baru lain yang pengen banget aku raih.Aku pengen banget melanjutkan studiku ke jenjang S2,itu artinya aku harus terlebih dahulu menyelesaikan studi S1 ku.Aku ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus dengan pemasukan yang lebih baik lagi,dan itu artinya aku harus meningkatkan kualifikasiku.Banyak banget yang masih menjadi impian besar ku.Cara terbaik yang aku tau adalah tetap fokus dan menyelesaikannya satu persatu.
Waktu berhenti bekerja dari Oxfam dulu,aku juga pernah merasakan hal yang sama,meniggalkan teman-teman,kantor yang setiap hari dikunjungi,pengungsi yang menjadi teman dan saudara dan kesempatan jalan-jalan yang sering banget ada,dan juga masakan Madam yang enaknya luar bisa.Aku merasa sedih dan kehilangan juga pada awalnya.Akan tetapi,seiring waktu semuanya menjadi biasa dan baik-baik saja.Aku terus menemui hal-hal baru setiap harinya sampai akhirnya aku menemui kesempatan melakukan pekerjaan baru,dan bertemu orang yang baru lagi.Aku rasa sekarang pun akan sama.Aku akan melewatinya.Tapi pengalaman ini akan menjadi sesuatu yang berharga buatku,suatu kesenangan untuk dikenang.Aku akan pergi,bukan untuk mengakhiri dan mematikan karya,tapi untuk terus berkarya serta mendapati hal dan pengalaman baru lainnya.

Friday, December 23, 2005

Monday, December 19, 2005

Anak Kerang


Ini juga aku dapat dari seorang teman,yang dikirimkan ke e-mailku.Baca deh..!! (Thanks Ilham,this is really worth)

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan
mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya
yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air
mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan
pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu
anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam." "Kuatkan hatimu.
Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu
dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu.
Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan
lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya,
tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah
kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia
bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir
mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus.
Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin
besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh
mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.
Penderitaannya berubah menjadi mutiara ; air matanya berubah menjadi
sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun,
lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang
sebagai kerang rebus di pinggir jalan.


Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa
penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang
biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas
bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa"
menjadi "orang luar biasa".

Banyak orang! yang mundur saat berada di lorong transendental
tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami.
Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki : menjadi `kerang
biasa' yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan
mutiara'. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan
pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses
lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.

So..sahabat mungkin saat ini kamu sedang mengalami
penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka krn orang2 disekitar
kamu..coba! lah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong
tersebut, dan sambil katakan didalam hatimu.. "Airmataku
diperhitungkan Tuhan..dan penderitaanku ini akan mengubah diriku
menjadi mutiara2..."

Sunday, December 18, 2005

TANTRA TOTEM


Hi Guys..!!Aku dapatin in dari seorang teman,baca deh..

BERIKUT INI ADALAH SEBUAH TANTRA TOTEM KEBERUNTUNGAN CINA Anda mungkin tidak percaya ini tapi nasehatnya luarbiasa. Baca sampai habis, anda akan belajar sesuatu !!!

SATU . berikan mereka lebih dari yang mereka harapkan dan lakukan itu dengan senang hati.

DUA . Menikahlah dengan pria/wanita yang anda cintai. Ketika anda beranjak tua, keahlian percakapan merekaakan mejadi sepenting seperti hal lain.

TIGA. Jangan percaya dengan apa yang anda dengar,Habiskan apa anda miliki atau tidur semau anda.

EMPAT. Ketika anda ucapkan, "Aku mencintaimu", Seriuslah.

LIMA. Ketika anda ucapkan, "Maafkan saya", pandang mata orang itu.

ENAM. Tunanganlah sedikitnya enam bulan sebelum anda menikah.

TUJUH. Percayalah pada cinta pandangan pertama.

DELAPAN. Jangan tertawakan/remehkan impian orang.Orang yang tidak punya impian adalah miskin.

SEMBILAN. Cintailah dengan mendalam dan bergairah. Anda mungkin akan terluka, tapi ini satu-satunya cara untuk menjalani hidup sebenarnya.

SEPULUH. Saat terjadi percekcokan/pertengkaran, Janganlah menyebut nama.

SEBELAS. Jangan menilai orang karena dengan siapa mereka berteman.

DUABELAS. Bicaralah pelan tapi berpikirlah cepat.

TIGABELAS. Ketika seseorang mengajukan pertanyaan, yang anda sendiri tidak ingin menjawabnya, tersenyumlah dan tanya, "Kenapa anda ingin tahu?"

EMPATBELAS. Ingat bahwa cinta dan kesuksesan besar membutuhkan pengorbanan.

LIMABELAS. Ucapkan "berkah bagimu" saat anda mendengar orang bersin.

ENAMBELAS. Ketika anda kalah, jangan lupakan pelajaran yang didapat.

TUJUHBELAS. Hargai diri sendiri; Hargai orang lain;Bertanggung jawab pada semua yang anda lakukan.

DELAPANBELAS. Jangan biarkan pertengkaran kecil merusak persahabatan yang besar.

SEMBILANBELAS. Ketika anda sadar telah berbuat kesalahanAmbil langkah segera untuk memperbaikinya.

DUAPULUH. Tersenyumlah saat menerima telepon.Penelpon akan mendengarnya dari suara anda.

DUAPULUH DUA. Habiskan waktu sendirian.

Aku juga ga tau kenapa DUAPULUHSATU ga ada,atau emang seperti itu ada nya?Yang pasti..isinya bisa jadi renungan agar kita bisa berbuat lebih banyak kebaikan lagi.:)

Saturday, December 17, 2005

F1=F2..?


Kadang kala ga semuanya bisa berjalan seperti apa yang kita inginkan.Terkadang kita harus bisa menerima sesuatu yang amat sangat tidak diharapkan,kadang kala kita harus tabah menerima setiap penolakan dan besar hati menerima kekecewaan.Hidup terkadang memang terasa ga adil buat sebahagian orang.Tertindas,terinjak,tersingkirkan dan ga berdaya.Lalu di mana hukum alam yang sebenarnya?atau kah keadaaan ini yang benar adanya?bahwa yang kuat akan menang dan yang lemah akan terus kalah dan terinjak injak?
Lalu dengan berat dan dalam kita hanya mampu berkata sabar untuk yang kesekian kalinya..

Tuesday, December 13, 2005

Syukur

Selasa,
Nafasku belum juga terhenti dan jantungku masih serta berdetak merangkai nyawa dan raga yang baur tengah bersatu.
Aku masih ada..

Aku masih bisa menyungging seyum di sela sela air mata yang menitik

Lenganku masih bisa menyeka peluh di tengah ketidak berdayaannya

Aku masih mendengar derap langkah halus malaikat yang turun menyusur bumi

Kedua bola mataku masih bisa menatap langit yang belum berhenti memayungi siang dan malamku

Kedua kaki ku masih dengan gagahnya menginjak bumi,ditengah kepasrahanku

Aku akan tiada,
Syukurku akan senatiasa ada

Friday, December 09, 2005

My 1st Posting :a bit thanks for a big grateful meaning


Horeee.... akhirnya blog ku jadi juga!!
Many thanks to B'Aan untuk ilmu IT-nya ( jangan pelit2 ya bang...maya akan kuras ilmunya sampe habis!!), juga untuk Aja jelek atas ide2nya yang.... hmmm ...hehehehe.Anyway thanks all!!