Jantung ini rasanya mau copot saja ketika aku menemukan namamu di inbox email ku.Sudah lebih 2 bulan sejak perpisahan itu dan aku tidak mengharu biru lagi. Saat ini aku sudah kembali beradaptasi dengan hari-hari tanpa kamu.
Kabar pertama dari kamu aku terima sebulan yang lalu, isinya hanya basa basi. Aku tahu, sebenarnya kamu ingin mengunggkapkan lebih dari itu.Tapi seperti biasa, kamu lelaki dengan rasa gengsi yang setinggi gunung atau seperti opini keduaku, kamu adalah lelaki yang sedikit penakut. Maaf, bukannya aku meruntuhkan kejantananmu, tapi menurutku, mencinta bukan soal kalah atau menang. Siapa yang dicintai tanpa mencintai bukanlah sang pemenang, dan yang mencintai tanpa dicintai juga bukanlah pecundang. Jadi, apa yang ditakutkan?
Aku menebak, kamu terlalu menjaga diri dari perasaanmu tehadapku karena kamu tahu, kamu tak akan mungkin memiliki aku, dan buat sebagian orang, mencintai tanpa bisa memiliki itu menyakitkan.
Aku tidak demikian, aku mencintai dan menyayangimu.Tapi kamu tahu tidak? aku tidak sedikitpun berminat untuk memilikimu.
Email itu, email kedua setelah lebih sebulan aku menunggu, juga berisi basa basi. Tapi akhirnya teselip juga sepenggal kalimat "gue pgn deh ketemuan lagi, kabari ya..". Kalimat yang membuat aku tersenyum bahagia karena aku sebenar-benarnya tahu, perasaan inginmu lebih dari itu. Bagiku kalimat itu sudah cukup membuatku mengerti akan rasa rindumu yang membuncah, yang kamu tuangkan dalam kalimat "biasa saja" sehingga jikapun aku tak menanggapinya ataupun berkeinginan sebaliknya kamu tidak akan kecewa ataupun malu.
Padahal, tahukah kamu, hampir setiap hari aku memikirkanmu dan juga selalu berharap kita bisa bertemu lagi. Aku merindukan merangkul dan bermanja di lenganmu seperti setiap kali kita jalan-jalan dulu. Aku merindukan memandang wajahmu kala tersenyum. Bila nanti kita bertemu, aku akan sepuasnya memandangimu, dan seandainya bisa, aku akan memohon Tuhan untuk menghentikan waktu walau sebentar saja.
Bila nanti kita bertemu lagi, kamu akan tahu bahwa perasaanku masih saja sama. Aku masih menyayangi kamu sama seperti dulu. Yang aku fikirkan hanya perpisahan kedua, ketiga, keempat dan ke -yang seterusnya yang pasti akan kita jalani jika kita bertemu lagi. Bagaimanapun kita akan berpisah. Buatku berapa kali pun aku didera, rasanya sama saja.Ia sama sakitnya.
Sayangku, aku memutuskan menikah dengan kekasihku dalam waktu dekat ini. Dia mencintai aku apa adanya, sabar dan bertanggung jawab aku yakin dia akan menjadi teman hidup yang tepat. Akupun menyayangi dia dengan hatiku. Tapi entah kamu tahu atau tidak tentang rahasia kecil hatiku, bahwa hati ini jatuh padamu bukan padanya.
Simpan baik-baik aku dan kenangan kita dalam setiap sel tubuhmu. Dan sekarang, pulanglah pada dia yang memilikimu, yang akan menyambutmu dengan peluk, yang akan menyajikan kopi hangat untukmu, memasak makanan kesukaanmu, dan memijit punggumu yang letih.Aku, walau sejuta inginku, tak akan pernah bisa melakukannya.
Tidur yang nyenyak malam ini ya, jangan terlalu capai,karena jika kamu terlalu capai batuk mu akan kambuh di malam hari dan akan menggangu tidurmu.
Aku mencintaimu,karena itu doaku tak pernah putus untukmu.
ps : I miss U
1 comment:
oh no, kalimat terakhir harusnya diralat..aku menyukaimu dan doaku takkan pernah putus untukmu..
Post a Comment