Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Monday, December 27, 2010

Tante dan Kanker Paru

Baru-baru ini salah seorang tante saya divonis menderita kanker paru stadium 4. Tante saya memang baru dalam dua bulan terakhir ini sakit berat.Pengobatan medis tidak memberikan banyak harapan bagi kesembuhan tante, semuanya hanya bersifat paliatif. Sebagai seorang dokter, saya tahu banyak mengenai penyakit ini dan bagaimana prognosisnya terutama pada stadium lanjut seperti yang dialami tante. Namun, sebagai keluarga saya selalu berharap ada jalan bagi tante untuk sembuh total meskipun kemungkinannya sangat tipis sekali.

Saat tante didiagnosa kanker paru, yang langsung terlintas di pikiran saya adalah "rokok". Asap rokok yang dihirup tante selama bertahun-tahun.  Tante adalah perokok pasif, suami tante dulunya adalah seorang perokok berat dan baru akhir-akhir ini menghentikan kebiasaan buruknya itu. Saya bukan ingin menyalahkan siapapun dan mencari kambing hitam atas penyakit tante. Akan tetapi, sebagai manusia bukankah  kita cenderung berfikir sebab-akibat dan bertanya kenapa atas sesuatu hal yang terjadi?.

Merokok merupakan penyebab utama 90% kasus kanker paru. Sisanya adalah paparan terhadap inhalasi zat-zat karsnogenik dan polutan lain. Seringnya gejala kanker paru hampir selalu didapati pada stadium yang telah lanjut.Pada stadium awal atau dini justru kanker paru sering ditemukan tanpa gejala.

Pada kasus tante saya, diagnosa kanker paru tidak serta merta di dapat pada saat kunjungan pertama tante ke dokter atas keluhan yang di alaminya.Keluhan yang membuat tante saya datang mengunjungi dokter pada saat itu adalah penurunan ketajaman penglihatan. Tante mengunjungi seorang dokter ahli mata,dan disana dokter tersebut melakuka USG pada kedua mata tante saya. Hasil USG menunjukkan ada saraf mata yang pecah yang umumnya terjadi pada usia lanjut atau pada usia muda akibat tekanan yang kronis pada saraf mata. Dokterpun menganjurkan tante untuk berkonsultasi dengan dokter saraf.

Tante saya kemudian mengunjungi seorang ahli saraf di Medan yang kemudian menganjurkannya untuk melakukan CT-scan kepala. Hasil CT-scan kepala tante menunjukkan ada sebuah massa solid di hemisfer kiri otak pars temporalis. Dokter saraf mendiagnosa tante menderita tumor otak yang saat itu disangka jinak serta dapat dioperasi. Kami kemudian sepakat mencari second opinion dan alternatif terapi yang mungkin dilakukan selain operasi. Bagaimanapun bagi kalangan awam, khususnya keluarga saya sendiri, operasi merupakan suatu hal yang menakutkan. Saya sendiri, ketika menempatkan diri saya pada posisi keluarga pesakit, saya akan lebih berfikir "awam" dan penuh kekhawatiran dibandingkan pada saat saya berdiri sebagai dokter dan menghadapi seorang pasien dengan kasus serupa, misalnya.

Selang beberapa waktu kemudian, kami mengantarkan tante ke Penang, Malaysia untuk mencari second opinion dan pengobatan yang lebih bermutu. Di Penang, tante saya menemui seorang ahli saraf di sebuah rumah sakit pemerintah. Tante sekali lagi menjalani pemeriksaan yang lebih detil dan menyeluruh. Mulai dari pemeriksaan laboratorium,  X-ray, CT-scan hingga MRI kepala, thoraks dan abdomen pun dilakukan pada tante saya. Dari hasil anamnesa riwayat keluhan tante serta didukung hasil pemeriksaan fisik serta penunjang yang detil dan menyeluruh, dokter mendiagnosa tante dengan kanker. Ada beberapa lesi-lesi kanker yang ditemui di organ tubuh tante seperti di otak, hati, paru dan pankreas. Di otak, selain satu lesi besar yang telah terdeteksi sebelumnya melalui CT-scan di RS di Indonesia, kali ini melalui pemeriksaan MRI ditemui tujuh lesi lain yang tersebar di kedua hemisfer otak yang ukurannya lebih kecil. Di paru di temukan lesi kanker yang berukuran cukup besar serta beberapa lesi kanker milier lainya, begitu pula di hati dan pankreas.

Menurut ilmu pengetahuan kedokteran, kanker paru lah yang merupakan kanker primer jika ditemukan lesi-lesi kanker lain khususnya di otak. Umunya suatu tumor atau kanker di otak merupakan tumor sekunder, hasil metastasis kanker primer yang ada di tempat lain dan paling sering berasal dari kanker di paru. Kanker paru pun memiliki jenis-jenis tertentu yaitu squamous cell carcinoma, small cell carcinoma, large cell carcinoma dan adenocarcinoma. Hampir 50% kanker paru adalah jenis adenocarcinoma. Jenis ini pulalah yang cenderung bermetastasis ke otak, lebih sering terjadi pada wanita dan 35 % dari penderitanya adalah non-smoker. 

Bisa dibayangkan, akibat buruk yang diterima seorang perokok pasif seperti tante saya. Secara medis tidak ada cara untuk menyembuhkan kanker apalagi pada stadium lanjut dan sudah bermetastasis ke banyak organ. Ekstirpasi tumor di otak tante juga tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada dan menghilangkan gejala yang berhubungan seperti penurunan visus dan tekanan intrakranial yang meningkat. Obat-obatan seperti kortikosteroid memang membantu mencegah edema otak akibat dan menurunkan tekanan intracranial yang disebabkan tumor, sehingga keluhan mual muntah dan sakit kepala berkurang. Akan tetapi, obat-obatan ini juga tidak dapat dipakai dalam jangka waktu lama dan bukan merupakan terapi definitif. Modalitas terapi seperti radioterapi dan kemoterapi bernilai palitif saja. Sementara itu efek samping yang ditimbulkan, terutama  kemoterapi cukup membuat tidak nyaman ; mual muntah, rambut rontok, kulit kering dan terbakar serta jumlah darah putih yang menurun yang merupakan pertahanan tubuh terhadap infeksi.

Pengobatan alternatif untuk kanker memang banyak dijumpai. Kesemuanya menawarkan kesembuhan dengan beragam metoda. Pengetahuan saya sendiri  tidak cukup baik terhadap hal tersebut mengingat yang saya pelajari adalah ilmu kedokteran modern atau kedokteran barat. Namun demikian, saya juga seorang pendukung kedokteran timur terutama chinese dan herbal medicine. Saya melihat kedokteran timur telah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan berkembang cukup pesat dan semakin diakui serta diadopsi oleh dunia barat (contohnya ; akupuntur). 

Tante saya sekarang tengah menjalani pengobatan dengan traditional chinese medicine di sebuah klinik tumor dan kanker di Indonesia. Doa, dukungan serta fikiran yang positif senantiasa kami berikan kepada tante, yang tentu saja akan membantu dalam penyembuhan penyakitnya. 
Semoga tante saya tersayang Syarifah Radhiah yang 16 Desember kemarin berulang tahun ke 46 diberikan kesembuhan oleh Allah atas penyakit yang dideritanya.

Be positive ya tan..! love ya..